Sering Dikira Belut, Ini Ciri Fisik Sidat si Ikan Bertelinga

Pertanianku — Memiliki badan yang panjang licin adalah ciri-ciri yang umum dimiliki belut. Ternyata, ciri ini juga dimiliki ikan jenis lain, yaitu sidat. Ikan sidat merupakan salah satu jenis ikan konsumsi yang sering dikira masyarakat sebagai sejenis belut.

Ikan sidat merupakan
Foto: Pertanianku

Jika dilihat secara kasat mata, bentuk sidat memang sangat mirip dengan belut. Warna kulit kedua hewan ini cokelat kehitam-hitaman dan agak memutih di bagian perutnya.

Perbedaan atau ciri fisik paling mencolok yang membedakan sidat dengan belut adalah sidat memiliki sirip dada, sirip dubur, dan sirip ekor yang menyatu sempurna. Selain itu, sidat juga memiliki jari-jari sirip yang lunak dan jelas.

Loading...

Jari sirip yang lunak dan jelas inilah yang membuat masyarakat awam dengan sidat sehingga menyebutnya sebagai belut bertelinga. Ya, bentuk sirip yang kecil ini memang mirip dengan telinga pada belut karena letaknya dekat dengan kepala.

Sidat punya banyak sebutan yang berbeda di berbagai daerah. Beberapa nama tersebut antara lain ikan uling, ikan moa, ikan lubang, ikan lumbon, ikan larak, ikan pelus, ikan gateng, ikan lembu, ikan denong, ikan mengaling, ikan lara, ikan luncah, dan masih banyak lagi.

Ordo dari hewan yang berhabitat asli di laut dalam ini adalah Anguilliformes. Ordo ini merupakan perpindahan dari ordo Apoda yang masih berkerabat dengan ular karena tidak memiliki alat gerak. Ikan yang tergolong apoda biasanya tidak memiliki sisik. Namun, sidat memiliki sisik yang sangat kecil sehingga bukan golongan ini.

Sisik-sisik pada ikan sidat sangat kecil dan panjang. Sisik tersebut tersusun saling tegak lurus dengan poros panjangnya. Bila dilihat lebih saksama, sisik pada sidat membentuk gambar mozaik seperti anyaman bilik.

Baca Juga:  Segmentasi Usaha Ikan Patin Perkasa yang Menjanjikan

Perbedaan lain mengapa sidat dikeluarkan dari ordo Apoda adalah karena habitat hidupnya. Kebanyakan anggota apoda hidup di air laut, kecuali belut. Contohnya adalah ikan remang, ikan cunang, dan ikan ular boro.

Namun, sidat tumbuh besar di perairan tawar. Ia baru akan kembali ke laut selama fase pemijahan. Setelah menetas, larva ikan sidat akan tetap hidup di laut.

Jenis sidat yang dikenal sendiri sangat beragam. Setidaknya, ada lima jenis sidat yang terkenal. Mereka adalah Anguilla marmorata, Anguilla bicolor, Anguilla japonica, Anguilla anguilla, dan Anguilla rostrata.

Loading...
Loading...