Sesuaikan Kebutuhan Pakan Ikan Patin dengan Umur Ikan

Pertanianku — Ikan patin yang dibudidayakan secara intensif biasanya diberikan pakan pelet. Pemberian pakan tersebut harus dilakukan sesuai dengan umur ikan. Hal ini karena semakin besar ukuran ikan, semakin banyak pula kebutuhan pakannya. Selain itu, ukuran besaran bukaan mulut ikan juga akan mengalami perubahan seiring bertambahnya umur ikan. Itu sebabnya pakan ikan patin perlu disesuaikan dengan umur ikan.

pakan ikan patin
foto: Pertanianku

Pemberian pakan yang tidak memerhatikan umur malah akan menimbulkan masalah. Pakan tersebut bisa saja tidak dapat dimakan oleh ikan sehingga pertumbuhan ikan menjadi terhambat.

Pakan yang sesuai untuk larva ikan patin adalah artemia, kutu air, dan cacing sutera. Larva ikan patin baru dapat aktif makan artemia setelah 30—36 jam setelah menetas. Oleh karena itu, larva yang baru menetas tidak perlu diberikan pakan terlebih dahulu karena larva masih memiliki cadangan makanan di kantong kuning.

Pemberian pakan larva dari artemia dilakukan hingga larva berumur 7 hari. Setelah itu, larva dapat diberikan pakan cacing sutera hingga larva berumur 15 hari. Cacing sutera yang diberikan dapat mendorong pertumbuhan larva menjadi lebih cepat.

Benih patin yang sudah masuk tahap pendederan atau masih berumur 15—30 hari biasanya diberikan pelet tepung dengan kandungan protein minimal 40 persen. Setelah itu, benih dapat mengonsumsi pelet hingga masa panen tiba. Pelet yang diberikan untuk ikan patin harus mengandung protein sebanyak 25 persen.

Untuk menekan biaya produksi, sebenarnya Anda bisa memberikan pakan tambahan untuk ikan patin berupa sisa-sisa dapur, udang-udangan, moluska, ikan rucah, limbah peternakan ayam atau puyuh, limbah pemindangan ikan, cacahan keong emas, dan belatung. Pakan tambahan tersebut umumnya merupakan pakan alami ikan patin di habitat aslinya.

Baca Juga:  Jenis Ikan Air Tawar yang Kurang Populer Tapi Berpotensial

Anda juga dapat membuat pakan pelet sendiri untuk menghemat biaya pakan. Namun, Anda perlu memerhatikan kandungan nutrisi pelet tersebut. Hal ini karena permasalahan utama dari pakan pelet buatan sendiri adalah kandungan nutrisinya yang tidak sesuai sehingga menyebabkan pertumbuhan ikan menjadi terhambat.

Berbeda dengan pakan pelet komersial. Pakan komersial sudah mengandung nutrisi sesuai dengan standar sehingga lebih aman digunakan.