Si Merah Mungil Ini Ternyata Beracun

Pertanianku – Penggunaan pestisida pada tanaman buah dan sayur dianggap sebagai ancaman bagi manusia. Kandungan pestisida yang menempel pada buah dan sayur mau tidak mau akan masuk ke tubuh saat dikonsumsi. Di satu sisi, fungsi pestisida untuk membasmi hama, sebaliknya di sisi lain meracuni tanaman dan akan berbahaya jika masuk ke tubuh.

Si Merah Mungil Ini Ternyata Beracun

Ini tentu saja tergantung mekanisme kerja per jenis pestisidanya. Namun, paparan bahan kimia di bahan pangan dikhawatirkan bakal menumpuk dan merusak kesehatan. Tidak hanya itu, penggunaan pestisida yang tidak bijaksana juga dikhawatirkan akan merusak lingkungan sekitar, termasuk manusia, hewan (ternak), dan organisme berguna lain.

Bahan pangan apa saja yang memiliki kandungan ‘racun’ pestisida tertinggi? Mengutip Aol, The Environmental Working Group menguji sekitar 35 ribu sampel buah dan sayuran untuk mengetahui mana yang memiliki kandungan residu (sisa racun) pestisida tertinggi.  Menurut penelitian tersebut, buah yang memiliki kandungan residu pestisida tertinggi adalah stroberi. Semakin buah merah menggoda ini terasa manis, ancaman residu pestisidanya pun makin besar. Sekitar 98% stroberi yang ada dalam pengujian tersebut mengandung residu.

Di posisi kedua ditempati oleh apel. Selanjutnya, buah dan sayur yang memiliki residu pestisida tertinggi adalah nectarin, peach, seledri, anggur, ceri, bayam, dan tomat.

Hanya saja ini bukan larangan bagi Anda untuk bisa menyantapnya. Buah dan sayur ini tetap sehat dan bermanfaat untuk tubuh. Namun, pastikan Anda sudah mencucinya dengan bersih atau membeli buah organik.

Sebaliknya, ada juga buah dan sayur yang ternyata punya kandungan pestisida terendah. Buah dan sayur dengan kriteria demikian dikenal dengan nama the clean fifteen. Buah dengan kandungan residu pestisida terendah adalah alpukat. Di posisi kedua ditempati oleh jagung manis, nanas, dan kubis.

Baca Juga:  Waspada! Penyakit Fisiologis Jagung Manis Juga Bisa Terjadi

Dalam pemberian pestisida, ada berbagai komponen tertentu yang memengaruhi jumlah dan level aplikasinya. Salah satunya adalah ‘kekuatan’ tanaman tersebut dalam pertahanan alami melawan hama dan penyakit.

Semakin rentan tanaman tersebut untuk memiliki pertahanan alami, semakin banyak pestisida yang diberikan untuk membantu tanaman itu sendiri untuk mempertahankan diri.

Loading...