Si Pahit dari Gunung Puntang Beri Prestasi Manis


Pertanianku — Gunung Puntang memiliki hasil bumi yang sangat populer, yaitu kopi. Si pahit dari Gunung Puntang ini mendapat skor terbaik dalam ajang kopi internasional di Amerika Serikat.

Si pahit dari Gunung Puntang
Foto: Pixabay

Keberhasilan atas prestasi yangg diraih kopi Gunung Puntang itu membuat Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jenderal Purnawirawan Moeldoko berkunjung. Kedatangannya itu untuk mengetahui bagaimana kopi tersebut dihasilkan.

“Prestasi yang luar biasa ditorehkan kopi puntang di ajang kopi internasional di Amerika dengan skor 86,2. Makanya, saya ingin mengetahui kopi tersebut. Diharapkan bisa dikembangkan dan dipertahankan prestasinya,” ujarnya saat mengunjungi kawasan tanaman kopi di Gunung Puntang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, seperti dilansir Republika, Rabu (30/5/2018).

Menurutnya, produksi kopi Gunung Puntang itu sendiri perlu ditingkatkan. Saat ini, kapasitasnya hanya dua kilogram (kg) per masa panen. Diharapkan, ke depan kapasitasnya bisa meningkat hingga lima kg per masa panen.

Oleh karena itu, Moeldoko menuturkan, ada beberapa solusi yang bisa dilakukan petani kopi agar produksi meningkat. Salah satunya, yaitu dengan menggunakan pupuk organik. Sebab, dikatakannya bahwa penggunaan pupuk organik relatif lebih aman, baik untuk tanaman kopi maupun lahannya.

“Pupuk organik itu kalau hujan, limbah pupuknya tidak akan sampai mencemari areal tanaman kopi yang ada di bawahnya,” kata dia.

Selain itu, penggunaan teknologi dalam menanam kopi juga dirasa Moeldoko harus mulai ditingkatkan. Pemasaran dan manajemen pemasaran pun perlu ditingkatkan.

Sementara itu, salah seorang petani, Ayi Suteja mengatakan, saat ini di kawasan Gunung Puntang ada 500 pohon tanaman kopi yang dikelola para petani. Luas lahannya kurang dari satu hektare. Beberapa permasalahan yang dihadapi di antaranya ketidakmampuan petani membeli pupuk. Selain itu, akses jalan yang terlalu jauh juga berdampak pada ongkos produksi lebih besar.

Baca Juga:  5 Jenis Air Terbaik Untuk Hidroponik

“Bantuan dari pemerintah belum ada, hanya ada dari bank. Alasannya, karena ini masuk kawasan hutan yang dikelola Perhutani,” tutur Ayi.