Silase Singkong Karet, Pakan Ternak di Musim Kemarau

Pertanianku— Kemarau sering menjadi momok peternak karena cadangan makanan hijauan menipis. Namun, saat ini sudah banyak inovasi terbaru mengenai pakan ternak yang dapat dijadikan sebagai cadangan di musim kemarau. Salah satunya adalah silase singkong karet yang ditemukan oleh Bangun Dioro. Singkong karet merupakan tanaman yang dianggap ideal sebagai bahan silase karena kadar airnya di bawah 30 persen.

silase singkong
foto: Pertanianku

Singkong karet memiliki kelebihan berupa tahan dari serangan hama. Namun, kandungan sianida di dalamnya tergolong tinggi sehingga perlu diolah terlebih dahulu agar gizi meningkat dan kandungan sianidanya menurun. Salah satu cara pengolahan yang dapat dilakukan adalah fermentasi.

Kadar air di dalam singkong karet dapat diturunkan dengan cara dilayukan atau disimpan pada suhu ruang selama beberapa jam sebelum dicacah. Setelah itu, singkong baru bisa diolah menjadi silase. Berikut ini 6 tahapan membuat silase singkong karet.

Hasil panen dilayukan

Panen singkong karet dari daun hingga pangkal daun ketika tanaman berumur 2–3 bulan. Setelah itu, panen dilayukan selama 8–12 jam pada suhu ruangan.

Cacah daun

Daun singkong dicacah hingga berukuran 1–3 cm dengan mesin atau secara manual.

Berikan agen hayati

Agen hayati bisa Anda dapatkan di toko pertanian atau membuat sendiri dari berbagai bahan seperti kefir, molase, dan air dengan rasio 1:2:10, artinya 1 liter kefir, 2 liter molase, dan 10 liter air. Setelah agen hayati siap, semprotkan cairan agen hayati secara merata ke seluruh cacahan daun singkong sampai bahan berembun.

Aduk cacahan daun

Daun yang sudah berembun karena agen hayati perlu diaduk agar cairan tercampur merata dengan cacahan daun.

Masukkan ke tong

Simpan seluruh bahan cacahan yang sudah rata ke dalam tong, kemudian tutup hingga rapat. Proses pembuatan silase dikatakan berhasil apabila tercium aroma tape. Jika gagal, biasanya timbul bau busuk dan jamur. Proses fermentasi lazimnya berlangsung selama 3–7 hari. Pakan yang sudah jadi bisa disimpan selama 1 tahun. Setelah dibuka, sebaiknya pakan harus habis dalam waktu 2–3 hari lantaran udara yang terlalu banyak masuk ke wadah dapat mengurangi probiotik pada silase.

Baca Juga:  Alasan di Balik Pentingnya Merawat Kuku Kuda Secara Rutin