Silase, Solusi Tepat Pakan Hijauan Ternak di Musim Kemarau

Pertanianku — Saat musim kemarau datang, ada sebagian peternak yang tidak memiliki persiapan sama sekali. Biasanya yang tidak punya persiapan akan menunggu sampai mereka benar-benar kesulitan mendapatkan pakan hijauan, baru mereka bertindak dengan membeli jerami padi atau rumput dari daerah lain. Padahal, ada beberapa solusi tepat pakan hijauan ternak di musim kemarau, seperti silase.

solusi tepat pakan hijauan ternak di musim kemarau
Foto: Pixabay

Keuntungan silase

Masa simpan silase bisa cukup lama, yaitu sekitar 3—4 minggu (masa fermentasi) hingga 8 minggu tanpa mengalami kerusakan bahan kering dan bahan organik. Kadar bahan kering silase yang relatif lebih tinggi akan memperpanjang masa simpan.


Loading...

Beberapa literatur menyatakan, silase bisa disimpan hingga 2—3 tahun. Kondisi ini jika silase baik dan benar dalam pembuatannya serta silo atau drum plastik tempat penyimpanannya tidak mengalami kebocoran.

Cara membuat silase

Perbandingan hijauan dan aditif adalah sekitar 15 : 1. Misalnya 15 kg hijauan rumput cukup ditambah aditif, seperti bekatul sebanyak 1 kg. Jika bekatul tidak ada bisa digantikan tetes tebu, dedak, onggok, atau jagung.

Hijauan rumput atau daun dipotong/dicacah/ atau di-chopper, lalu dihamparkan di alas plastik, taburkan bekatul, kemudian aduk rata. Dianjurkan menggunakan drum plastik untuk menyimpan campuran ini dengan dipadatkan lalu ditutup rapat dengan plastik agar udara tidak ada yang masuk, lalu diamkan selama 3 minggu (sekitar 21 hari).

Setelah 3 minggu, silase dapat dibuka dan diberikan kepada ternak sesuai dengan kebutuhan. Pemberian pada ternak silase wajib diangin-anginkan terlebih dahulu sehingga bau asamnya hilang dan diberikan secara bertahap pada ternak dengan adaptasi pakan hingga ternak mau mengonsumsi.

Silase yang baik

Berwarna hijau kekuningan, mendekati warna aslinya saat masih segar. Warna hitam tidak ada, atau sedikit saja. Warna hitam menandakan adanya kebocoran sehingga udara masuk dan menimbulkan pembusukan.

  • pH antara 3,8—4,2.
  • Tekstur lembut dan bila dikepal tidak keluar air.
  • Kadar airnya cuma sekitar 60—70 persen.
  • Baunya asam segar.
Baca Juga:  Kental dengan Imej Daerah, Ini Jenis Sapi Asli Indonesia
Loading...
Loading...