Simpan Daging Domba Lebih Lama dengan Keluak

Pertanianku Daging domba sering dimanfaatkan sebagai bahan utama menu makanan tradisional. Hal ini dikarenakan kemudahan untuk mendapatkan domba lokal, meskipun lebih kecil dibanding domba-domba lainnya. Kandungan lemak dan kolesterol daging ini saat belum dimasak lebih banyak. Kandungan lemak itu pula yang sedap diolah menjadi kaldu. Tak heran, olahan daging domba lebih banyak ditemui dalam olahan berkuah.

daging domba
foto: pixabay

Persediaan daging domba melonjak saat memasuki musim Iduladha. Meskipun saat ini masyarakat lebih sering menggunakan kambing atau sapi, masih ada sebagian masyarakat yang tetap senang berkurban dengan domba.

Untuk menyimpan daging domba, gunakan keluak agar daya tahan daging menjadi lebih lama. Selain itu, rasa serta tekstur daging tidak akan berubah jika Anda menyimpan dengan rempah ini. Keluak sering dijumpai pada masakan rawon, rempah ini akan menghasilkan warna hitam jika bijinya disiram oleh air panas. Warna hitam itulah yang menjadi ciri khas dari menu rawon atau brongkos.

Keluak juga bisa berfungsi sebagai antiseptik dan disinfektan. Namun, biji keluak tidak bisa dimakan mentah karena mengandung racun asam sianida. Keluak harus diolah terlebih dahulu.

Kandungan yang terdapat di dalam rempah ini juga bisa membuat masa simpan produk pangan hewani seperti daging domba menjadi lebih lama. Serbuk dan ekstrak biji keluak memiliki senyawa minyak atsiri, asam lemak, flavonoid, tannin, saponin, dan sterol.

Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, untuk mengetahui level terbaik untuk marinasi daging menggunakan keluak yang sudah difermentasi selama 40 hari terhadap kondisi pH, kadar air, warna, dan tekstur daging domba.

Keluak yang sudah difermentasi selama 40 hari, kemudian diangin-anginkan dan dipanaskan selama 1—2 hari. Setelah itu, keringkan keluak dan blender hingga halus. Hasil tersebut digunakan untuk menyimpan 3 kelompok daging domba percobaan dengan kadar dan waktu penyimpanan yang berbeda.

Baca Juga:  Jaga Kondisi Kesehatan Ayam Petelur dengan Cara Ini

Hasilnya menunjukkan bahwa daging yang dimarinasi dengan keluak fermentasi mengalami perubahan warna dan pH daging, tetapi tidak memengaruhi kadar air dan tekstur daging. Oleh karena itu, cara tersebut tetap dapat mempertahankan kualitas daging.

Kadar keluak yang baik digunakan adalah sebanyak 3—9 persen dengan masa simpan 12—36 jam. Cara tersebut dapat menjaga kualitas daging yang disimpan dengan cukup baik.

 


loading...