Singkong Impor Kembali Serbu Indonesia


Pertanianku – Indonesia menjadi salah satu negeri yang dilimpahi tanah yang subur ini nyatanya masih mengandalkan singkong impor dari luar negeri. Bahkan, berita tersebut beberapa waktu lalu menjadi heboh di kalangan masyarakat.

Foto: pixabay

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Agung Hendriadi, mengatakan pada dasarnya produksi singkong di Indonesia sudah memenuhi kebutuhan nasional. Namun, takluk jika dibandingkan dengan singkong impor.

“Kalau saya lihat produksi kita memenuhi kebutuhan nasional. Cuma kenapa singkong impor lebih murah? Karena produktivitas mereka (negara lain produsen singkong) tinggi,” terang Agung di sela-sela konferensi pers di Toko Tani Indonesia Center, Jakarta, belum lama ini seperti melansir dari DetikFinance (14/10).

Ia menjelaskan, produktivitas negara Thailand dan Filipina misalnya, dalam satu hektare lahan bisa mencapai 40—50 ton singkong. Sementara, produksi Indonesia per hektarenya hanya 25 ton.

“Satu hektare kayak Thailand dan Filipina bisa 40—50 ton. Sedangkan kita 25 ton per hektare. Mana bisa bersaing,” ucap Agung.

Lebih lanjut, ia menjelaskan akan menggarap kajian mengenai harga acuan singkong dan tidak akan menutup atau membatasi impor singkong.

“Tetap dibuka impor dari luar. Sementara kita masih menggarap kajian harga acuan ya untuk singkong,” ungkapnya.

Kajian ini dilakukan bersama dengan Kementerian Perdagangan dan diharapkan dapat memberikan keuntungan bagi petani singkong. Pasalnya, harga singkong dinilai sering mengalami kejatuhan.

“Singkong kadang jatuh harganya Rp600—700. Aturan ini nggak lama lah keluarnya paling 2017 akhir sudah muncul,” paparnya.

Baca Juga:  Pemerintah Kabupaten Sambas Kenalkan Tiga Jeruk Lokal
loading...
loading...