Sisik Ikan Bandeng Bisa Mengawetkan Makanan, Mitos atau Fakta?


Pertanianku – Ikan bandeng termasuk komoditas perikanan yang banyak dikonsumsi. Ikan yang terkenal sebagai penghasil protein hewani tinggi ini memiliki bentuk yang memanjang, padat, dan oval. Dengan bagian kepala yang tidak bersisik, mulut terletak di ujung dan berukuran kecil serta rahangnya tanpa gigi. Ikan bandeng merupakan ikan campuran antara air asin dan air tawar atau payau.

Namun, ada yang berbeda dari ikan bandeng tersebut. Tahukah Anda, ternyata sisik ikan bandeng dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengawet makanan.

Chitosan adalah produk alami dari chitin, polysaccharide pada exoskeleton ikan, seperti udang dan rajungan. Bahan dasar chitosan antara lain dari sisik ikan termasuk bandeng. Sisik ikan dihilangkan mineralnya (demineralisasi) dengan cara dijemur di bawah sinar matahari karena organisme laut kaya mineral.

Karena sifat kimianya tersebut, chitosan dapat berfungsi sebagai antimikrobial, pelapis (coating), serta pengikat protein dan lemak. Pelapis dari polisakarida merupakan penghalang yang baik. Sebab, pelapis jenis ini bisa membentuk matrik yang kuat dan kompak yang bersifat permiabel terhadap CO2 dan O2. Sebagai pelapis, chitosan mampu melindungi dan melapisi bahan makanan sehingga dapat mempertahankan rasa asli dan menjadi penghalang masuknya mikroba.

Chitosan mempunyai kelebihan dan tingkat keamanan lebih bagus dibandingkan dengan boraks. Sebab, mempunyai gugus aktif yang akan berikatan dengan mikroba, maka chitosan mampu menghambat pertumbuhan mikroba. Dan sangat menyerap bahan an-organik dan komponen logam. Melihat melimpahnya ketersediaan sumber daya yang ada, penelitian ini mencoba mengekstrak dan menguji potensi chitosan yang ada dalam sisik ikan sebagai bahan pengawet yang aman pada bakso.

Baca Juga:  Tips Ampuh Atasi Sifat Kanibalisme Ikan Lele