Sistem Budi Daya Bandeng


Pertanianku – Bandeng merupakan komoditas perikanan yang relatif mudah dibudidayakan serta didukung oleh teknologi yang memadai dan mampu diterapkan oleh masyarakat. Bandeng yang tahan terhadap perubahan lingkungan yang ekstrim menjadi komoditas pilihan bagi para petambak yang ingin membudidayakannya. Selain itu, bandeng telah memiliki nilai lebih tersendiri di kalangan konsumen. Teknologi pembenihan dan pembesaran bandeng yang telah dikuasai bisa dijadikan komoditas perikanan yang tepat untuk dikembangkan dalam sistem usaha perikanan (SUP) di lahan pesisir yang berorientasi agribisnis.

Sistem Budi Daya Bandeng

Budi daya bandeng telah lama dikenal dan berkembang pesat hampir di seluruh wilayah Indonesia dengan memanfaatkan perairan payau atau pasang surut. Sementara itu, tingkat teknologinya juga telah berkembang dari tradisional sampai semi-intensif dan intensif. Pada awalnya, budi daya sistem tradisional hanya mengandalkan nener yang berasal dari alam pada saat air pasang.

Seiring berjalannya waktu, budi daya bandeng bisa diterapkan dengan teknologi semi-intensif dan intensif yang benihnya berasal dari hasil pembenihan hatchery disertai pengelolaan pakan alami dan buatan secara terencana. Dukungan kegiatan pembenihan, pabrik pakan buatan (pelet), pupuk, obatobatan, teknik pembesaran baik di tambak maupun KJA, pascapanen, dan transportasi, serta adanya jaminan pemasaran menjadikan teknologi budi daya bandeng telah mantap di masyarakat.

 

Sumber: Buku Panen Bandeng 50 Hari

 

Baca Juga:  3 Hal yang Perlu Anda Tahu Sebelum Budidaya Lele Dumbo