Situasi Pasar Karet Alam


Pertanianku – Beberapa tahun terakhir ini situasi pasar karet alam mengalami kelesuan. Hal ini terutama terjadi karena:

  • daya beli negara konsumen masih terbatas sebagai akibat resesi dunia yang berkepanjangan.
  • terjadinya kompetisi antara karet alam dengan karet sintetis menyusul harga minyak bumi merosot
  • terjadinya perkembangan mata uang dunia yang tidak menentu, terutama terhadap US dollar sehingga iklim pasarmenjadi tidak menentu,
  • laju pertumbuhan konsumsi karet alam tidak bisa mengimbangi laju pertumbuhan produksinya, yaitu permintaan lebih tinggi dari penawaran, serta
  • teknologi yang terus berkembang menyebabkan semakin terdesaknya industri karet alam oleh karet sintetis.

Situasi Pasar Karet Alam

Salah satu permasalahan pokok adalah harga jual produk karet yang tidak stabil dan cenderung menurun. Harga jual yang terjadi di pasar internasional ini sebenarnya merupakan masalah yang bukan hanya dihadapi oleh komoditas karet, melainkan juga seluruh komoditas perkebunan.

Sebagian besar produksi karet alam Indonesia digunakan untuk tujuan ekspor, oleh karenanya harga karet di dalam negeri sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh perkembangan harga di luar negeri. Krisis ekonomi yang melanda beberapa negara mengakibatkan permintaan dan konsumsi karet alam dunia melemah. Parameter perkembangan harga karet di luar negeri adalah harga yang berlaku di berbagai bursa komoditas karet di luar negeri, seperti Singapura, London dan New York.

Harga karet alam baik di pasar domestik maupun di pasar internasional cukup fluktuatif. Harga domestik karet alam dari tahun 2000 hingga tahun 2005, tertinggi terjadi pada tahun 2004 yaitu sebesar Rp 6.333/kg. Sedangkan untuk harga ekspor, tertinggi terjadi pada tahun 2005 yaitu sebesar US$ 1.322,9/ton. Terdapat faktorfaktor yang mempengaruhi harga karet yang berkaitan dengan permintaan dan penawaran. Faktor tersebut diperoleh dari International Rubber Digest: 1) INRO sebagai organisasi eksportir karet, 2) Intervensi pasar yang dilakukan oleh beberapa negara produsen karet, 3) Perkembangan ekonomi dunia, 4) Bursa berjangka komoditas, 5) Permintaan dan 6) Penawaran.

Baca Juga:  Harga Vanilli Diprediksi Terus Membubung Tinggi Hingga 2028

Rendahnya harga karet saat ini merupakan tantangan industri karet Indonesia. Upaya memperbaiki harga karet juga agak sulit dilaksanakan karena di samping perekonomian negara-negara industri sedang lesu, juga karena banyak terjadi perdagangan langsung antara produsen dan konsumen. Hal seperti ini bisa mempersulit pembentukan harga ke tingkat yang lebih wajar. Akibatnya, banyak produksi karet yang harus masuk bursa jika terjadi resesi.

Upaya peningkatan harga karet ke tingkat yang lebih wajar sangat dibutuhkan untuk kelangsungan usaha. Dengan harga rendah dan biaya produksi yang terus meningkat akan menyebabkan banyak pengusaha yang mengalami kerugian.

 

Sumber: Buku Panduan Lengkap Karet