Solar Dryer Dome Technology Solusi Mempercepat Pengeringan Komoditas Pangan


PertaniankuSolar Dryer Dome Technology merupakan fasilitas pengering yang digunakan beberapa produk hortikultura seperti cabai, jahe, rumput laut, pisang, ataupun tomat ini adalah terobosan baru guna memangkas waktu pengeringan yang biasanya dilakukan oleh petani.

Solar Dryer Dome merupakan alat pengering untuk mengolah produk hortikultura. Alat ini dibangun memakai lembar polikarbonat yang di dalamnya dilapisi material penyaring memakai sinar ultraviolet.

Di Indonesia sendiri Solar Dryer Dome Technology sudah diterapkan di tiga daerah, yakni di Alor, Sumbawa, dan Kendal.

Pengeringan yang dijalankan dalam ruangan Solar Dryer Dome membuat semua proses pengeringan jauh lebih higienis. Waktu pengeringan hanya sekitar 3—4 hari karena Solar Dryer Dome dilengkapi dengan sirkulasi udara. Biasanya petani yang mengeringkan produk hortikultura di luar ruangan memerlukan waktu sekitar 7 hari. Artinya, dengan menggunakan Solar Dryer Dome sangat mempersingkat waktu pengeringan.

Solar Dryer Dome Technology, terbuat dari polikarbonat khusus dan bahan ini dapat memanaskan ruangan dua kali daripada suhu di luar. Jadi, jika suhu di luar sekitar 30° C, di dalam Solar Dryer Dome bisa mencapai 60° C,” kata Sugiarto Romeli selaku PC Unit Head dari PT Impack Pratama Industri, Tbk, saat menghadiri acara Paparan Inovasi Pangan dan Pertanian (On-Farm and Food Innovation Showcase) dari Australia dan Jerman di Jakarta (18/5).

Solar Dryer Dome adalah hasil inovasi Serm Janjai yang dijalankan Universitas Silpakorn, Thailand. Covestro, merupakan perusahaan produsen plastik dari Jerman, yang bekerja sama dengan PT Impack Pratama Industri Tbk.

“Kelebihan Solar Dryer Dome tidak menggunakan elektrik ataupun gas sama sekali, karena hanya menggunakan tenaga surya/matahari,” tutur Sugiarto.

Baca Juga:  Pertanian Masa Depan, Robot Jadi Pengganti Petani
loading...
loading...