Sorgum Jadi Pengganti Nasi yang Menyehatkan

Pertanianku — Ciri khas orang Indonesia adalah mengaku belum makan bila belum bertemu nasi. Nah, bagaimana kalau nasi diganti dengan bahan pangan lain, yang juga mengenyangkan tapi lebih menyehatkan seperti sorgum? Sorgum jadi pengganti nasi yang menyehatkan.

Sorgum jadi pengganti nasi
Foto: Shutterstock

Menurut Senior Scientist Seameo Biotrop Bogor, Dr. Ir Supriyanto, sorgum sebenarnya sudah dijadikan sebagai pangan di dunia. Bahkan, di dunia menempati urutan kelima setelah gandum, beras, jagung, dan barley. Saat ini sorgum sudah banyak digunakan di Amerika, India, dan Jepang. Mereka mengonsumsinya dalam bentuk serealia, biskuit, camilan, dan lainnya.

Sorgum di Indonesia jumlahnya masih sangat terbatas. Sorgum merupakan tanaman asli dari Afrika, tetapi di Indonesia tanaman ini tumbuh subur di Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Loading...

Ia menjelaskan, ada lima ras utama sorgum yakni caudatum, guenia, kafir, bicolor, dan durra. Sorgum ini tumbuh baik di lahan kering, lahan masam, lahan basa, dan lahan tidak subur. Sorgum juga tumbuh baik di padang pasir. Perawatannya mudah dan dapat dipangkas untuk tumbuh kembali (ratoon).

Sorgum ini memiliki manfaat ganda, selain untuk pangan, bisa juga untuk pakan, energi, serat, pupuk, juga untuk obat-obatan. Sorgum memiliki manfaat untuk kesehatan antara lain makanan untuk penderita diabetes karena kadar gulanya rendah, makanan untuk penderita autisme karena bebas gluten, dan makanan untuk penderita kanker usus karena mengandung komponen bioaktif seperti polifenol, flavanoid, sterol, dan tannin.

“Berdasarkan penelitian, ekstrak etil asetat dan ekstrak etanol mengandung komponen bioaktif (polifenol, falavnoid, sterol dan tannin). Ekstrak sorgum mampu meningkatkan proliferasi sel limfosit sehingga aman untuk dikonsumsi. Ekstrak sorgum mampu menghambat poliferasi sel kanker HCT 116m Hela, A549, dan Raji,” jelasnya.

Baca Juga:  Kunci Sukses Membuat Keripik Tempe yang Laris di Pasaran

Selain itu, sorgum juga baik untuk diet, karena mengandung banyak serat membuat kenyang lebih lama. Karena itu, di NTT, sorgum sudah banyak digunakan, bahkan dijadikan makanan pokok pengganti nasi.

“Sorgum untuk pangan bisa berupa bubur, nasi instan, berondong, kue, tepung, nasi goreng, sorgum flakes, sereal, dan lainnya,” papar Dosen Fakultas Ilmu Kehutanan, IPB, Bogor ini.

Dibanding beras kandungan gizi sorgum lebih bagus. Protein sorgum lebih tinggi dari beras, yaitu 11 gram, sedangkan beras 6,8 gram. Untuk kalori, sorgum lebih rendah, yaitu 332 kalori, sedangkan beras 360 kalori.

Untuk kalsium, sorgum mengandung 28 gram, sedangkan beras hanya 6 gram. Begitu juga dengan kandungan besi, sorgum mengandung 4,4 gram, sedangkan beras hanya 0,8 gram.

Loading...
Loading...