Speectra, Inovasi Budidaya Ikan di Lahan Rawa Banjiran

Pertanianku — Perairan rawa banjiran memiliki posisi yang cukup strategis dan berfungsi sebagai tempat spawning, nursery, dan feeding ground untuk ikan. Lahan rawa banjiran bisa digunakan untuk membantu pembudidaya ikan mendapatkan hasil budidaya yang lebih optimal. Dengan begitu, persediaan perikanan untuk kebutuhan pangan masyarakat Indonesia bisa terpenuhi lebih optimal. Pemanfaatan lahan rawa banjir tersebut bisa dilakukan dengan model Speectra.

speectra
foto: pixabay

Speectra atau Special Area for Conservation and Fish Refugia dikembangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) di Patra Tani, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

“Karakteristik rawa banjiran di Sumsel ini memang sangat menarik. Pada saat musim hujan akan menjadi rawa besar, yang airnya menutup semua permukaan. Pada saat musim kemarau air akan hilang dan akan tersisa di ceruk-ceruk kecil tempatnya ikan. Kita ingin melihat bagaimana caranya supaya ikan-ikan endemik asli Sumatera Selatan ini, maupun Indonesia pada umumnya, mereka bisa hidup terus di lokasi Patra Tani,” jelas Sjarief Widjaja, Kepala BRSDM KKP seperti dikutip dari laman kkp.go.id.

Meskipun berpotensi, lahan rawa memang memiliki kerentanan terhadap kerusakan yang cukup tinggi sehingga dapat mengubah kualitas air sungai yang akan mengaliri rawa tersebut. Akibatnya, keanekaragaman ikan dapat mengalami penurunan dibandingkan dengan ekosistem lainnya. Fenomena ini terjadi di lahan rawa Sumatera Selatan, di rawa tersebut sudah mengalami kehilangan beberapa jenis ikan bernilai ekonomi seperti belida, gabus, dan toman merah.

Oleh karena itu, model Speectra hadir untuk mengatasi permasalahan tersebut. Model ini dilakukan dengan pola buka tutup pintu air pada saat-saat tertentu dan membiarkan anakan ikan keluar dari lokasi Patra Tani masuk ke sungai.

Baca Juga:  Kementan Beri Bantuan Saprodi untuk Meningkatkan Pendapatan Petani Singkong

Model Speectra bisa digunakan untuk mengelola lahan rawa yang mengutamakan konservasi dan sebagai tempat refugia ikan-ikan rawa banjir. Refugia sendiri merupakan suatu arena di mana banyak populasi organisme yang bertahan hidup saat memasuki periode kondisi yang membahayakan bagi organisme tersebut.

Pembangunan Speectra sudah memasuki tahap ketiga. Pembangunan sudah berlangsung sejak 2019 dan akan terus dikembangkan hingga mencapai seluas 40 hektare. Pada 2020 sudah dilakukan evaluasi tahap pertama dan diduga ada beberapa ikan yang sudah terperangkap dalam Speectra, seperti ikan sepat siam, sepat rawa, betok, gabus, tambakan, lele, dan sepatung.

Model budidaya ini diperkirakan bisa menambah penghasilan nelayan sekitar dengan meningkatkan cadangan produksi ikan. Oleh karena itu, Speectra juga akan dikembangkan di rawa banjiran yang berada di daerah-daerah lain.

 


loading...