Sriti, Burung Berkaki Lemah yang Memiliki Banyak Manfaat

Pertanianku— Selama ini burung penghasil sarang yang paling dikenal adalah burung walet. Padahal, masih ada sarang burung lain yang bisa dimanfaatkan dan juga bernilai ekonomi, yakni burung sriti. Bentuk fisik kedua burung penghasil sarang ini hampir sama, bahkan hidupnya sering berdampingan. Burung sriti juga sudah dibudidayakan karena manfaatnya cukup banyak bagi manusia dan alam di sekitarnya. Simak ulasan lebih detailnya di bawah ini!

burung sriti
foto: Pixabay

Liur sriti bisa dikonsumsi

Seperti burung walet, liur sriti juga bisa dikonsumsi sehingga sarang burung sriti bernilai ekonomi. Namun, sarang sriti harus dipisahkan terlebih dahulu dari bahan pembuatannya, seperti rerumputan atau lumut. Harga kisaran liur sriti sekitar Rp300.000 —Rp1.500.000, bergantung pada jenis burung dan bahan pembuatnya.

Memudahkan budidaya walet

Budidaya sriti bisa menjadi pintu untuk pembudidaya walet. Pembudidaya dapat melakukan putar telur, yakni mengganti telur sriti yang berada di dalam sarang dengan telur walet untuk dierami oleh sriti di sarang sriti. Saat ini, pembudidaya sriti juga kerap menjual sarangnya sebagai tempat budidaya walet. Selain berfungsi sebagai tempat tinggal, sarang yang dikelola dengan benar bisa menjadi tambang emas bagi pemiliknya.

Cara ini perlu dilakukan dengan perhitungan yang matang agar berhasil. Sebelum melakukan putar telur, Anda perlu memerhatikan kondisi yang lembap dan gelap sebagai kondisi lingkungan yang disukai walet. Oleh karena itu, Anda perlu menyiapkan ruangan yang gelap. Selanjutnya, pilih telur walet yang fertil dan tidak busuk.

Membasmi hama wereng

Burung sriti memakan serangga, salah satunya adalah wereng. Wereng merupakan hama meresahkan yang sering berada di lahan pertanian. Dengan adanya sriti, petani dapat diuntungkan karena lahan menjadi terbebas dari serangan wareng.

Baca Juga:  Komposisi Pakan Sapi Potong pada Fase Breeding

Kotorannya bisa menjadi pupuk

Sriti merupakan hewan yang bersih, burung berkaki lemah ini tidak suka membuang kotorannya di dalam sarang. Dengan begitu, kotoran-kotoran sriti akan dibuang keluar sarang. Kotoran tersebut bisa dikumpulkan untuk diolah menjadi pupuk organik. Harga pupuk dari kotoran burung sriti berkisar Rp200.000 per kuintal. Pupuk ini bisa membuat tanaman menjadi lebih subur.