Startup Pertanian Beri Keuntungan Bagi Petani


Pertanianku — Beberapa startup pertanian muncul untuk membantu petani mendapatkan kepastian pasar dan keuntungan yang baik. Hal ini berkaitan pula dengan pemanfaatan teknologi di sektor pertanian yang memang nyatanya turut memudahkan para petani.

startup pertanian
Foto: Pixabay

“Kami saat ini berhasil menghubungkan antara petani dengan konsumen langsung sehingga mempersingkat jalur distribusi dan petani semakin diuntungkan,” kata CEO TaniHub dan TaniFund Ivan Arie Sustiawan di Jakarta, seperti dilansir dari Republika, Kamis (28/2).

Ivan mengakui, kemajuan teknologi memberikan dampak positif terhadap produktivitas industri pertanian. Apalagi jika para petani mengadopsi dengan lebih cepat teknologi-teknologi tersebut seperti internet of things (IoT).

Saat belum menggunakan teknologi, para petani tidak memiliki opsi banyak untuk mencari mitra yang dapat mengembangkan inovasi sistem bercocok tanam mereka. Padahal, hal tersebut dapat memberikan hasil panen yang lebih baik, pendanaan dengan skema ideal, dan cakupan penjualan yang luas.

Adanya keterbatasan opsi ini juga berdampak pada kesejahteraan dan perekonomian mereka. TaniHub sendiri menawarkan agar petani bisa menjual langsung produknya kepada konsumen.

“Sehingga keuntungan yang diperoleh petani juga lebih maksimal,” kata dia.

Hal serupa juga dilakukan TaniJoy yang menawarkan pendampingan atau konsultan kepada petani. CEO TaniJoy Muhammad Nanda Putra mengatakan, para pendamping tersebut membantu para petani untuk menggunakan aplikasi TaniJoy.

“Ini adalah bagaimana membuat petani ketergantungan, membuat petani itu terbiasa,” kata dia. Dengan begitu, mewujudkan Industri Agri 4.0 bukanlah hal mustahil.

TaniJoy juga menyediakan bantuan pembiayaan di sektor pertanian dengan mengajak investor. Sama seperti TaniFund yang berada satu atap dengan TaniHub. Sebab, selama ini, permodalan kerap menjadi masalah utama bagi para petani.

Menjadi investor pada sektor ini cukup menjanjikan mengingat besarnya pasar yang selalu ada selama manusia hidup. Namun, menurut Nanda, untuk menjadi investor di industri pertanian perlu memahami secara jelas.

Baca Juga:  Hebat! Ekspor Pertanian Indonesia Mencapai Rp1.764 Triliun

“Secara regulasi itu, platform tidak boleh menanggung apabila terjadi kerugian. Di sini investor harus paham apabila terjadi kerugian, dia harus paham apakah sistem bagi hasil atau bunga,” tegasnya.

loading...