Strategi Kementan Menyerap Telur dari Peternak Rakyat

Pertanianku — Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar aksi solidaritas membeli telur dari peternak rakyat. Aksi tersebut dilakukan sebagai upaya pemerintah menyerap telur di tingkat peternak rakyat sekaligus meningkatkan konsumsi protein hewani. Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah, mengatakan, aksi solidaritas ini sebagai tindak lanjut dari hasil Rakor Teknis Tingkat Eselon I dalam menstabilisasi harga telur ayam.

harga telur ayam
foto: Pixabay

Hasil rakor tersebut adalah membantu melakukan penyerapan telur agar sesuai dengan harga acuan berdasarkan Permendag Nomor 7 Tahun 2020 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen. Selanjutnya, mengimbau kepada seluruh pegawai di lingkungan kerja dan mitra kerja Kementerian agar berpartisipasi mengikuti gerakan tersebut untuk bantuan sosial dan memenuhi kebutuhan protein hewani.

Pemerintah terus berupaya menjaga harga telur agar sesuai dengan acuan di tingkat peternak. Saat harga telur jatuh di bawah harga acuan, pemerintah akan bergerak menyerap komodias tersebut.

“Hal yang terpenting, kita dapat berupaya mengurangi efek fluktuasi harga yang menekan harga telur dan merugikan peternak,” ujar Nasrullah seperti dilansir dari laman ditjenpkh.go.id.

Berdasarkan laporan Petugas Informasi Pasar (PIP) harga telur ayam ras di tingkat peternak di Pulau Jawa per 13 Oktober 2021 tercatat rata-rata Rp15.943/kg. Sementara itu, untuk harga terendah terjadi di Provinsi Jawa Timur dengan rata-rata Rp13.333/kg dan di Jawa Barat Rp16.719/kg.

Berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga telur di sejumlah wilayah terpantau berada di bawah rata-rata nasional. Misalnya di DKI Jakarta, saat ini harga telur di kawasan tersebut sebesar Rp19.000 per kilogram, Jawa Barat Rp18.900 per kilogram, dan Jawa Timur Rp18.050 per kilogram.

Baca Juga:  Ikan Nila Asal Sumatera Utara Berhasil Tembus Pasar Amerika Berkat HACCP

Aksi ini membutuhkan dukungan dari semua pihak untuk mengatasi persoalan dinamika perunggasan yang terjadi saat ini.

“Kami berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk melakukan langkah aksi nyata memenuhi kebutuhan protein hewani untuk kesehatan dan kecerdasan masyarakat sekaligus membantu peternak,” ungkap Nasrullah.