Strategi Kementan Tingkatkan Produksi Gula Nasional

Pertanianku — Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan produksi gula konsumsi melalui pola ekstensifikasi dan intensifikasi. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo ketika berkunjung ke Desa Pasirbungur Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

produksi gula
foto: Pixabay

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan jajarannya, khususnya Menteri Pertanian dan Menteri BUMN pada rapat terbatas di Istana Kepresidenan untuk memenuhi kebutuhan gula nasional sesegera mungkin.

“Bapak Presiden men-challenge bahwa kita punya lahan masih cukup tersedia. Kita punya kemampuan untuk menghadirkan varietas yang bagus, bahkan beliau sudah mempersiapkan permodalan dengan skema KUR,” tutur Mentan seperti dilansir dari laman pertanian.go.id.

Pada 2021, produksi gula nasional sebesar 2,35 juta ton, jumlah ini lebih tinggi 10,3% bila dibandingkan dengan produksi di tahun sebelumnya yang hanya 2,13 juta ton. Jumlah tersebut masih belum mampu memenuhi kebutuhan gula konsumsi sebesar 3,2 juta ton sehingga produksi gula kristal putih (GKP) masih harus ditambah sebesar 850 ribu ton.

Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam Syah, menjelaskan strategi yang akan digunakan untuk mengejar kebutuhan gula konsumsi, yakni identifikasi kesesuaian lahan baru untuk tebu, pemanfaatan lahan HGU yang terlantar, revitalisasi pabrik gula, investasi pabrik gula baru, dan perbaikan pola kemitraan antara pabrik gula dan petani tebu.

“Ke depan, untuk memenuhi kekurangan 850 ribu ton itu, kami akan melakukan penanaman lahan baru seluas 75 ribu hektare dengan pemanfaatan lahan Perhutani ataupun lahan HGU yang terbengkalai,” papar Andi.

Strategi lain yang akan digunakan adalah menambah pendekatan intensifikasi yang dilakukan melalui bongkar ratoon seluas 75 ribu hektare dan rawat ratoon seluas 125 ribu hektare.

Baca Juga:  Keunggulan Kacang Tanah Talam 1 yang Toleran di Tanah Masam

“Dari perluasan, bongkar, dan rawat ratoon tersebut diharapkan mampu memberikan tambahan produksi serta menaikkan produktivitas sehingga kekurangan sebesar 850 ribu ton GKP tersebut dapat terpenuhi,” pungkasnya.

Bongkar ratoon adalah peremajaan tanaman yang bertujuan meningkatkan produktivitas tanaman tebu dalam ton per hektare.