Strategi Kementan untuk Menghadapi Iklim yang Ekstrem

Pertanianku — Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan pihaknya sudah mengantisipasi terjadinya perubahan iklim esktrem yang dapat memengaruhi produksi pangan pada musim tanam 2021. Beberapa strategi yang telah disiapkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) antara lain percepatan tanam, infrastruktur air, dan pencocokan validasi cuaca dengan bantuan data dari BMKG.

iklim ekstrem
foto: Pixabay

“Selama ini kita selalu bersoal dengan masalah cuaca dan hama. Karena itu kita lakukan mapping serta kerja sama dengan BMKG. Yang pasti kita terus bergerak cepat. Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik dan bukan hanya beras yang terpenuhi, tapi komoditas lain selalu tersedia,” papar Mentan Syahrul seperti dikutip dari laman pertanian.go.id.

Fokus kerja Kementan di 2021 adalah menjaga ketersediaan pangan dengan modal yang sudah dikembangkan sejak 2020.

“Pertanian di tahun 2021 itu sudah kita rancang pada tahun 2020, karena itu kita hanya perlu melakukan intervensi agar produksi tahun depan berjalan dengan lancar serta sesuai dengan harapan. Insya Allah cuaca bisa kita kendalikan,” ujar Syahrul.

Kementan juga sudah mempersiapkan pasokan beras dari hasil panen di musim tanam 1 dan 2 yang terjadi pada Januari—Juni 2020, kini stok persediaan beras sudah mencapai 7,4 juta ton.

“Untuk kesiapan 2021 kami sudah masuk dari Oktober 2020 sampai panen raya di Maret 2021 mendatang dengan luas lahan 8 juta hektare dan hasilnya bisa mencapai 18,5 juta ton sampai Juni 2021. Berarti stok akhir kita di 2021 mencapai 8—9 juta ton,” tutur Syahrul.

Dalam kesempatan yang berbeda, Wakil Dirut Perum Bulog, Gatot Trihargo menjelaskan bahwa pihaknya sudah mempersiapkan gudang beras di beberapa provinsi untuk menyerap hasil panen di musim tanam pada 2021 yang diperkirakan akan jatuh pada Maret. Bulog juga sudah mengupayakan penyediaan bansos beras yang diberikan untuk masyarakat miskin.

Baca Juga:  Prospek Bisnis Kebun Durian

“Masa panen raya di bulan Maret mendatang sudah kita perhitungkan, di mana bulog akan melakukan penyerapan hasil produksi petani. Yang pasti kami akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Pertanian,” ujar Gatot.


loading...