Strategi Pemasaran Karet Indonesia


Pertanianku – Untuk mengupayakan peningkatan produksi guna menyeimbangkan permintaan dan penawaran karet alam, maka mulai saat ini Indonesia harus mampu menjalankan strategi pemasaran yang mencakup

  • menerobos pasaran baru,
  • meningkatkan market share,
  • membina market share yang ada, dan
  • menyesuaikan pola produksi dengan permintaan pasar.

Strategi yang paling menonjol untuk dilaksanakan adalah menyesuaikan pola produksi dengan permintaan pasar. Hal ini penting untuk merencanakan produk yang akan diproduksi agar tidak terjadi kelebihan produksi. Tentu saja, tujuan utamanya adalah menjaga agar harga jual tetap stabil.

Terobosan dan perluasan pasar karet Indonesia di kawasan Cina, Jepang, India, dan Taiwan bisa berhasil disebabkanoleh strategi penyesuaian pola produksi perkaretan nasional. Hal ini berdasarkan pertimbangan bahwa negara-negara tersebut merupakan pemakai karet alam konvensional, khususnya dari jenis RSS 3, RSS 4, dan RSS 5.

Bagi pengolah karet di Indonesia, terobosan ini merupakan keuntungan untuk memacu produksinya. Namun, tentu saja jenis karet yang harus diproduksi adalah jenis RSS 3 dan RSS 4. Dibanding dengan jenis lainnya, maka harga RSS 3 dan RSS 4 memiliki nilai jual yang lebih tinggi sehingga akan memperbesar pendapatan petani dan pemasukan devisa bagi negara. Masalahnya sekarang, bagaimana memotivasi petani dan pengolah karet agar bersedia mengolah karetnya menjadi jenis RSS 3 dan RSS 4.

 

Sumber: Buku Panduan Lengkap Karet

 

Baca Juga:  Mendag Sebut Minyak Sawit Mentah RI Masih Jadi Primadona di Spanyol