Subsidi Pupuk Ternyata Tak Tepat Sasaran

Pertanianku – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan merelokasikan anggaran subsidi pupuk sebesar Rp7,445,9 triliun. Dengan demikian, sisa anggaran subsidi pupuk di dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2016 menjadi Rp30,63 triliun, dari sebelumnya yang ditetapkan Rp37,6 triliun.

Subsidi Pupuk Tak Tepat Sasaran

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani mengatakan, realokasi anggaran subsidi pupuk tersebut guna memenuhi kebutuhan anggaran pada Kementerian/Lembaga (K/L) lainnya yang lebih bersifat mendesak.

Loading...

“Anggaran itu juga nantinya akan di-carry over (ditambahkan) ke anggaran subsidi pupuk pada tahun anggaran 2017. Soalnya, banyak usulan untuk mengurangi subsidi pupuk,” ucap Askolani dilansir dari Okezone (27/6).

Askolani menuturkan, selama ini subsidi pupuk banyak yang tidak tepat sasaran, mengingat besarnya anggaran untuk subsidi pupuk. Untuk itu, pemerintah pun akan terus menghitung agar pemberian subsidi pupuk lebih tepat sasaran.

Penyaluran subsidi pupuk melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan menjadi salah satu pilihannya guna mengurangi kemungkinan tidak tepat sasaran tersebut. “Iya itu biasa. Di BBM, listrik kayak gitu. Namanya perhitungan kan setahun yang lalu,” ungkap Askolani.

 

Baca Juga:  KKP Salurkan Bantuan Benih Ikan Nila di Banda Aceh
Loading...
Loading...