Sukses Berbisnis Pembesaran dan Penggemukan 30 ekor Sapi Bali


Pertanianku – Saat ini, sapi bali mulai marak dibudidayakan. Sapi ini jugamerupakan sapi asli Indonesia dengan banyak keunggulan.

Sukses Berbisnis Pembesaran dan Penggemukan 30 ekor Sapi Bali

A. Peluang Usaha

Sapi bali cukup dikenal sebagai sapi potong yang mempunyai kualitas daging cukup bagus. Keberadaan sapi bali dapat memberikan peran pada penyediaan daging nasional. Dengan bobotnya yang mencapai 300—400 kg, persentase karkasnya lebih dari 50% (56,9%). Sapi bali termasuk sapi yang tidak terlalu selektif terhadap pakan yang diberikan. Selain itu, sapi ini juga lebih tahan terhadap panas serta gigitan caplak dan nyamuk.

B. Memulai usaha

  • Tentukan lokasi yang cocok untuk ternak sapi bali.
  • Siapkan kandang. Kandang tidak harus besar, tetapi dapat menampung 30 ekor sapi dan tidak mengganggu lingkungan.
  • Siapkan bibit/bakalan sapi bali yang berkualitas. Khusus untuk penggemukan dapat mencari sapi kurus (bobotnya kurang).
  • Siapkan perlengkapan kandang, pakan, minum, obat, dan vaksin.
  • Sediakan pakan yang cukup dan selalu mencari informasi mengenai sumber bahan pakan yang baru.
  • Satu periode pembesaran sapi bali sekitar 7 bulan.

C. Kendala

  • Kurang minatnya masyarakat untuk beternak sapi lokal bangsa sapi bali.
  • Masih terbatasnya bibit sapi dari bangsa sapi bali.

D. Strategi

  • Buatkan kandang individu berukuran 1,5—2 m2/ekor. Kandang dilengkapi atap, dinding, dan ventilasi yang baik agar suhu dan kelembapannya stabil. Konstruksi kandang dibuat permanen dan lantai diplester dengan posisi miring supaya kotoran serta urin sapi mudah mengalir ke saluran pembuangan.
  • Pedet yang baik harus berasal dari induk yang memiliki genetik yang bagus pula. Perhatikan beberapa faktor penting dalam pemilihan pedet sesuai dengan famili sapi bali.
  • Pakan yang diberikan harus berkualitas. Jumlah hijauan minimal 10—15% dari bobot, konsentrat 1—2 % bobot, dan bisa ditambahkan pakan tambahan/probiotik/UMB. Pemberian pakan pelengkap 0,5—1% dari BB (probiotik, sumber mineral/Urea Mineral Molases Blok). Semakin banyak frekuensi pemberian, akan semakin baik (2—3 kali sehari semalam). Hindari pemberian sekaligus karena akan banyak terbuang.
  • Pembesaran sapi bali biasanya dilakukan mulai dari membeli pedet pascasapih (sekitar umur 3 bulan), lalu dibesarkan hingga dewasa (umur 1 tahun atau lebih) untuk dijadikan induk betina atau jantan). Untuk jantan bisa digemukkan menjadi sapi potong.
  • Bila sapi bali digemukan, waktu penggemukan umur <1 tahun memakan waktu 8—12 bulan. Sementara itu, umur >1—2 tahun memakan waktu penggemukan 6—7 bulan, umur >2—2,5 tahun memakan waktu penggemukan 3—4 bulan.
Baca Juga:  Daging Kambing Penyebab Darah Tinggi, Mitos atau Fakta?

E. Kunci sukses

  • Sebisa mungkin untuk mendapatkan pakan penguat seperti dedak padi, ampas tahu, dan jagung yang mudah diperoleh melalui penggilingan padi dan pabrik-pabrik tahu yang ada. Bisa juga membeli di pasar dengan harga lebih murah.
  • Peternak harus mampu menekan kebutuhan pakan dengan mencari alternatif, termasuk dengan memanfaatkan probiotik. Tujuannya agar nilai gizi dari bahan pakan berkualitas rendah menjadi meningkat untuk mendapatkan efisiensi tinggi dalam pemanfaatan pakan.

 

Sumber: Buku 34 Bisnis Peternakan Hasilkan Jutaan Rupiah