Sukses Bertanam Bawang Merah di Musim Hujan


Pertanianku — Bawang merah merupakan salah satu jenis sayuran yang sering digunakan sebagai bahan penyedap masakan. Bertanam bawang merah di musim hujan menjadi tantangan tersendiri bagi para petani.

bertanam bawang merah di musim hujan
Shutterstock

Tantangan terbesar petani bawang merah di musim hujan adalah hama dan penyakit. Hal tersebut dapat mengakibatkan terjadinya gagal panen. Diperlukan perawatan khusus pada tanaman bawang merah di kala musim hujan.

Berikut ini akan dibahas mengenai cara menanam bawang merah di musim hujan agar terhindar dari hama dan penyakit.

Pengolahan Lahan

Untuk penanaman bawang merah di musim hujan, gemburkan lahan yang akan digunakan. Bisa dengan dibajak atau dicangkul dengan kedalaman 20—30 cm.

Taburkan juga kapur pertanian (dolomit) kira-kira 0,5—1 ton/ha serta pupuk kandang yang sudah jadi sebanyak 3 ton/ha. Untuk pupuk dasar, tambahkan NPK & SP yang diaduk hingga rata sebanyak 250—300 kg untuk per hektarenya.

Bedengan dibuat dengan tinggi 25—35 cm dan lebar 70—80 cm, serta 40—50 cm untuk jarak bedengan. Pada bagian tengah bedengan dipasang mulsa/plastik dengan lebar kira-kira 20—25 cm. Tahap ini digunakan agar cahaya matahari memantul dan menjaga kelembapan.

Pembibitan

Pada saat musim hujan, persiapkan benih bawang merah dengan baik. Jika Anda memulai dari benih biji, tentunya Anda perlu mempersiapkan area khusus untuk persemaiannya.

Anda bisa menggunakan baki khusus untuk persemaian dan jangan lupa memberi naungan (para net) untuk menghindari air hujan langsung mengenai pembibitan bawang merah.

Penanaman

Saat benih sudah memasuki pindah tanam, umumnya pembibitan sudah memasuki 40—50 hari, tanamkan satu bibit pada satu lubang. Tekan tanah di sekitar pangkal tanaman dengan lembut supaya akarnya menyatu dengan tanah. Beri jarak antartanaman sekitar 10×10 cm atau maksimal 15×15 cm.

Baca Juga:  Asal Petani Pertama Asia Tenggara Diketahui dari Jejak DNA

Perawatan

Semprotkan herbisida sebelum penanaman. Gunakan herbisida yang memiliki bahan aktif Oksifluefen dengan dosis 25—30 cc untuk per 17 liter air. Setelah bibit ditanam, aliri bedengan dengan air sekitar setengah dari tinggi bedengan.

Untuk pemupukan, lakukan setelah gulma bersih dan pupuk dicampur dengan merata. Berikan pupuk di sela tanaman dan buatlah larikan atau lubang. Pemupukan dilakukan untuk pertama kali setelah bibit berumur 7 hari setelah tanam.

loading...
loading...