Sukses Budidaya Cumi-Cumi

Pertanianku – Usaha budidaya cumi-cumi cukup menjanjikan. Secara umum usaha di bidang budidaya tersebut memiliki gambaran yang cukup bagus. Hal ini mengingat cumi-cumi merupakan salah satu bahan masakan yang cukup terkenal dan disukai banyak orang. Harga cumi tergolong cukup mahal.

Sukses Budidaya Cumi-Cumi

 

Yang membuat peluang usaha ini cukup menjanjikan selain masalah harga adalah peluang ekspor yang dimiliki. Kebutuhan cumi ini cukup besar bukan hanya di dalam negeri melainkan diluar negeri juga. Produk cumi-cumi ini masih memiliki peluang yang bagus untuk dapat di ekspor ke negara lain.

Namun, begitu usaha budidaya cumi-cumi adalah sebuah kesempatan langka. Hal ini mengingat budidaya ini hanya bisa dilakukan oleh para nelayan yang berada di dekat laut. Pada prinsipnya budidaya cumi menggunakan jaring apung yang ditempatkan di laut yang memiliki keadaan sesuai dengan habitat hidup cumi-cumi tersebut.

Untuk membudidayakan cumi-cumi ini bisa menggunakan alat yang disebut atraktor. Atraktor ini merupakan tempat khusus yang dibuat menyerupai habitat asli cumi-cumi agar hewan tersebut mau bertelur di sana.

Setelah satu bulan diletakkan baru terlihat ada telur cumi-cumi yang diletakkan induknya di alat tersebut. Kemudian selanjutnya telur-telur itu dipindahkan ke lokasi jaring apung untuk ditetaskan. Lokasi jaring apung ini sebaiknya jangan terlalu jauh dengan lokasi penempatan atraktor.

Hal ini, selain tidak efisien juga akan menambah resiko rusaknya telur saat dipindahkan. Sekitar dua minggu setelah dipindahkan baru telur-telur itu akan menetas. Empat bulan kemudian setelah di pelihara di jaring apung dengan padat penebaran sekitar 50 ekor per meter3 cumi-cumi ini siap dipanen.

Seekor induk cumi-cumi rata-rata mampu menghasilkan sekitar 500 butir telur. Pembudidaya cumi-cumi seyogyanya memiliki 10 unit atraktor. Artinya saat masa panen cumi-cumi tiap bulannya mampu mengumpulkan telur cumi sebanyak 5000 buah.

Baca Juga:  KKP Perbarui RAN Konservasi Sidat yang Dilindungi Secara Terbatas

Lewat teknik ini tingkat keberhasilan-nya hingga panen mencapai 85%. Artinya saat panen dari 5000 telur itu akan menghasilkan 4250 ekor cumi-cumi dengan berat sekitar 425 kg. Di tingkat petani harga cumi-cumi saat ini mencapai sekitar Rp22.000/kg. Jadi dengan produksi sebanyak itu pembudidaya akan mendapatkan pendapatan Rp9,3 juta.

Mengenai pakan, cumi-cumi tergolong mudah dalam pemberian pakan. Hewan ini tergolong hewan pemakan daging (karnivora) oleh sebab itu semua biota laut yang bisa masuk mulutnya akan dimakan. Seperti kerang, ikan dan hewan laut lainnya. Untuk pemeliharaan juga tidak terlalu sulit.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai ada pakan yang tersisa di jaring apung. Ini akan mengundang hewan laut lainnya (ikan atau kepiting) untuk mengambil sisa pakan tersebut di dalam jaring. Jika ini terjadi ada kemungkinan jaring akan putus, akibatnya cumi-cumi bisa kabur ke laut bebas.

Satu lagi yang harus Anda perhatian bagi pembudidaya cumi-cumi adalah soal pemilihan lokasi jaring apung, lokasinya harus jauh dari kegiatan industri dan keramaian. Sebab, sedikit saja terjadi pencemaran di perairan tersebut maka sudah dapat dipastikan seluruh cumi-cumi peliharaannya akan mati sia-sia. Hal ini tentu saja akan sangat merugikan pembudidaya itu sendiri