Sukses Usaha Pembesaran 30 ekor Sapi Ongole


Pertanianku – Kebutuhan masyarakat akan daging sapi semakin meningkat setiap tahunnya. Harga daging yang cukup tinggi membuat bisnis pembesaran sapi ongole potensial untuk dijalankan.

Sukses Usaha Pembesaran 30 ekor Sapi Ongole

A. Peluang Usaha

Pembesaran sapi ongole merupakan usaha yang sangat menarik karena dagingnya dibutuhkan oleh masyarakat banyak. Tidak hanya itu, harga daging sapi yang tinggi menjanjikan usaha ini selalu diminati. Pembesaran sapi ongole dapat dimulai dari pedet. Usaha ini mudah dilakukan di berbagai tempat karena dapat dipelihara di dataran rendah hingga dataran tinggi. Bahkan, hasil dari kotorannya dapat dimanfaatkan.

B. Memulai usaha

  • Siapkan kandang. Kandang tidak harus besar, yang penting dapat menampung beberapa ekor sapi dan tidak mengganggu lingkungan. Suhu rata—rata 33° C dengan kelembapan 75%.
  • Persiapkan peralatan pembesaran (pakan, minum, dan peralatan kandang) serta obat-obatan.
  • Siapkan bibit sapi pedet jantan yang berkualitas. Pedet yang baik harus berasal dari induk yang memiliki genetik yang baik. Perhatikan faktor-faktor penting dalam pemilihan pedet.
  • Sediakan kebutuhan pakan secara kontinu.
  • Lama pembesaran sapi ongole selama 7 bulan per siklusnya.

C. Kendala

  • Ketersediaan pakan hijauan kadang terbatas, terutama saat musim kemarau.
  • Perawatan yang tidak baik dapat menghambat pertumbuhan sapi.
  • Sapi sering terkena penyakit, terutama kuku busuk.

D. Strategi

  • Pelihara sapi ongole di dalam kandang. Ukuran kandang untuk jantan dewasa 1,5—2,5 m x 2 m/ekor dan anak sapi 1,5 m x 1 m/ekor.
  • Berikan pakan berupa rumput dan konsentrat yang telah dicampur sesuai dengan kebutuhan pakan sapi. Setiap hari sapi membutuhkan hijauan sebesar 10% dari bobotnya dan konsentrat 1—2% dari bobotnya.
  • Bersihkan kandang dan peralatannya, termasuk memandikan sapi.
  • Usahakan lantai kandang selalu dalam keadaan kering.
  • Periksa kesehatan sapi secara teratur, beri vitamin, obat cacing, dan vaksinasi.
  • Ukur bobot sapi saat pedet. Heritabilitas bobot lahir untuk calon bakalan harus tinggi karena ada korelasi positif (48%) antara bobot lahir dengan laju pertumbuhannya.
  • Perhatikan hal-hal dalam pemilihan bakalan, yaitu pertumbuhan setelah disapih, penampilan reproduksi, efisiensi pakan, sifat karkas, dan bebas dari cacat genetik. Penampilan reproduksi merupakan sifat yang penting untuk diperhatikan.
  • Pisahkan sapi yang sakit dengan sapi sehat dan segera lakukan pengobatan.
  • Miliki informasi pembesaran sapi sebagai bahan perbandingan di sentra produksinya, seperti Magetan, Bojonegoro, Blitar, serta Probolinggo (Jawa Timur); Boyolali serta Temanggung (Jawa Tengah); Yogyakarta; Bali; Jawa Barat; Sulawesi Selatan; Sumatera Barat; Aceh; Sulawesi Tenggara; dan Lampung.
Baca Juga:  Hati-hati, Minyak Kelapa Ternyata Lebih "Jahat" dari Mentega

E. Kunci Sukses

  • Berikan pakan yang baik agar pertumbuhan maksimal.
  • Pilih pakan yang bergizi, mudah didapat, dan harganya murah. Manfaatkan limbah pertanian, perkebunan, atau industri.
  • Jual sapi setelah dibesarkan selama 7 bulan.

 

Sumber: Buku 34 Bisnis Peternakan Hasilkan Jutaan Rupiah

loading...
loading...