Sulap Gedebok Pisang Jadi Kompos

Pertanianku — Gedebok pisang yang sering berakhir sebagai limbah setelah panen bisa diolah menjadi kompos yang bermanfaat. Berdasarkan hasil analisis laboratorium Balitbu Tropika pada 2019, kompos batang pisang mengandung 4,48 persen nitrogen, 23,95 persen C organik, 0,1 persen fosfor, 1,81 persen kalium, dan 5,62 persen kalsium. Sementara itu, rasio karbon terhadap nitrogen (C/N) kompos sebesar 5,35.

gedebok pisang
foto: Pixabay

Rasio karbon merupakan perbandingan antara massa karbon terhadap masa nitrogen di suatu zat seperti kompos. Semakin rendah nilai C/N bahan, semakin cepat waktu pengomposan.

Produk kompos dari gedebok pisang dapat digunakan untuk komoditas buah seperti melon, pepaya, mangga, avokad, dan tanaman pisang. Dengan diolah menjadi kompos, pekebun pisang bisa mengatasi persoalan limbah yang masih perlu diperhatikan dengan serius. Pasalnya, jumlah limbah ini tergolong tinggi karena komposisi batang pada tanaman pisang mencapai 65 persen.

Selain itu, pemanfaatan kompos gedebok pisang dapat mengurangi penggunaan pupuk kandang yang persediaannya masih terbatas. Tentunya, pemanfaatan kompos limbah pisang ini sangat berpotensi dikembangkan pada pertanian yang berada di sekitar areal budidaya tanaman pisang.

Berikut ini cara membuat kompos dari batang pisang.

Bahan-bahan:

  1. Batang pisang 40–60%
  2. Daun kipahit (Tithonia difersivolia) 10–20%
  3. Pupuk kandang 10–20%
  4. Arang sekam 10–20%
  5. Dolomit 0,5–1,5%
  6. Serbuk gergaji 10–20%
  7. Dekomposer 0,2–0,4%

Cara membuat:

  1. Cacah batang pisang menjadi ukuran yang lebih kecil.
  2. Campurkan cacahan batang dengan bahan-bahan lain seperti daun kipahit, pupuk kandang, arang sekam, dolomit, dan serbuk gergaji.
  3. Tambahkan dekomposer Trichoderma sp sebagai pengurai. Anda juga bisa menggunakan dekomposer lain yang tersedia di toko-toko pertanian.
  4. Campur semua bahan secara merata. Bila terlalu kering, tambahkan air hingga mendapatkan kelembapan sekitar 40–50%.
  5. Tutup semua bahan dengan plastik mulsa atau terpal dan diamkan selama 6 pekan.
  6. Aduk bahan setiap satu kali sepekan.
  7. Saat kompos berhasil dibuat, keringkan kompos dengan cara diangin-anginkan selama beberapa hari. Setelah itu, kompos sudah siap diberikan pada tanaman.
Baca Juga:  Peluang Manis Pala Organik