Sulap Limbah Rumput Laut Jadi Pupuk Organik

Pertanianku — Industri pengolahan rumput laut seperti pembuatan tepung rumput laut akan menghasilkan limbah dalam jumlah besar. Limbah-limbah tersebut harus dikelola dengan baik agar tidak mencemari lingkungan. Salah satu solusi mengatasi penumpukan limbah rumput laut adalah dengan mengolahnya menjadi pupuk organik. Limbah tersebut dapat memperbaiki sifat fisika tanah.

limbah rumput laut
foto: pertanianku

Pupuk organik asal rumput laut diduga kaya akan unsur hara alkalis seperti Ca dan Mg. Hal ini karena rumput laut hidup di air laut yang kaya mineral sehingga akan menyerap mineral tersebut dan terakumulasi di dalam jaringan. Hipotesis tersebut memang benar adanya. Berdasarkan penelusuran Majalah Trubus, pupuk rumput laut banyak mengandung unsur hara K, Ca, Mg, Mn, dan B.

Tingginya kandungan unsur hara di dalam pupuk organik ini membuatnya bermanfaat bagi tanaman dan tanah. Misalnya, kandungan Mg dibutuhkan oleh tanaman sebagai penyusun klorofil. Kandungan Ca dibutuhkan untuk mengendalikan pH tanah. Namun, kemungkinan kandungan yang terdapat di dalam pupuk dari rumput laut dan pupuk dari limbah rumput laut dapat berbeda sehingga diperlukan adanya penelitian lebih lanjut.

Pemanfaatan rumput laut menjadi pupuk organik bukan hal baru. Pada era 2000-an sempat ada produk pupuk organik cair yang terbuat dari ganggang rumput laut. Pupuk organik tersebut diperkaya dengan asam humat.

Pada 2007, di atas hamparan gunungan limbah rumput laut yang berada di Pasarkemis, Tangerang, ditemukan gulma yang tumbuh. Pepaya dan labu dapat tumbuh subur di sekitar lingkungan itu, padahal tanaman tersebut tidak diberikan pupuk kimia. Pegawai di kawasan terebut kerap membawa limbah untuk digunakan sebagai media tanam sawo karena pegawai mendapatkan informasi dari internet bahwa Jepang memanfaatkan limbah  sebagai media tanam jamur dan padi.

Baca Juga:  Pakan Alami yang Cocok untuk Ikan Diskus

Tabulampot sawo yang diberikan limbah rumput laut diketahui dapat menghasilkan sawo sebanyak 143–145 buah. Padahal, tabulampot tersebut tidak diberikan media yang terdiri atas sekam, tanah, dan pupuk kandang. Media yang digunakan adalah limbah rumput laut yang berumur 6–12 bulan.