Sumber Air yang Bisa Digunakan untuk Pembenihan Ikan Gurami

Pertanianku— Kualitas air yang baik dapat mendukung pertumbuhan dan kesehatan gurami yang sedang dipijahkan. Oleh karena itu, air yang digunakan harus diketahui sumber serta kualitasnya. Tidak semua sumber air bisa digunakan untuk pembenihan ikan gurami. Berikut ini beberapa sumber air yang aman digunakan untuk pembenihan ikan gurami.

pembenihan ikan gurami
foto: pertanianku

Mata air

Air yang berasal dari mata air sangat ideal untuk digunakan dalam usaha pembenihan. Hal tersebut disebabkan oleh air dari mata air masih bersih dan belum tercemar zat kimia dan bahan pencemar lainnya. Selain itu, air yang diambil dari mata air memiliki kandungan oksigen yang cukup tinggi serta terbebas dari hama dan penyakit yang bisa mengganggu keberlangsungan benih ikan gurami.

Loading...

Air sumur

Air sumur merupakan sumber air yang sangat mudah untuk didapatkan. Air yang berasal dari sumur cukup baik untuk digunakan karena relatif masih bersih, jernih, dan terhindar dari sumber penyakit. Namun, kandungan oksigen air sumur cukup rendah karena air ini tergenang, tidak mengalir. Sebelum digunakan, air sumur sebaiknya diaerasi terlebih dahulu agar kandungan oksigennya meningkat dan cukup untuk memenuhi kebutuhan induk gurami.

Air sungai atau saluran irigasi

Air sungai merupakan sumber air lainnya yang mudah didapatkan. Kandungan oksigen air sungai lebih tinggi dibanding air sumur karena air terus bergerak mengalir. Air yang berasal dari sungai atau irigasi memiliki tingkat kesuburan yang sangat tinggi sehingga mengandung banyak kutu air atau jasad renik yang merupakan pakan alami untuk larva ikan.

Namun, sayangnya, air sungai atau saluran irigasi mengandung banyak partikel sehingga tampak keruh. Oleh karena itu, air yang akan digunakan harus diendapkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Karena jika tidak, dikhawatirkan partikel tersebut dapat memengaruhi kerja insang pernapasan ikan.

Baca Juga:  Fakta Unik Ikan Sapu-Sapu

Air danau atau situ

Kandungan partikel air yang berasal dari air danau atau situ sangat sedikit, bahkan cenderung tidak ada. Daya tetas telur yang menggunakan air danau atau situ terbilang cukup tinggi. Namun, sayangnya, air danau memiliki kandungan unsur hara atau jasad renik yang rendah sehingga pakan alami bagi larva sangat sedikit.

Hal tersebut bisa menyebabkan tingkat pertumbuhan larva menjadi rendah, bahkan tidak jarang dapat menyebabkan kematian pada larva.

 

Loading...
Loading...