Sumber Kerugian Internal Bagi Peternakan Ayam

Pertanianku — Setiap usaha selalu memiliki risiko kerugian, begitupun dengan usaha peternakan ayam. Risiko tersebut bisa hadir bila usaha tidak dijalankan dengan cara yang benar atau sesuai dengan standar. Risiko kerugian bisa Anda cegah dengan mengetahui sumber kerugian.

peternakan ayam
foto: Pertanianku

Umumnya, kerugian terbagi menjadi dua macam, yakni kerugian internal dan kerugian eksternal. Kerugian internal biasanya berasal dari dalam peternakan, sedangkan kerugian eksternal disebabkan oleh situasi di luar peternakan. Berikut ini beberapa sumber kerugian internal yang perlu Anda ketahui dan waspadai.

Biaya gaji pegawai tetap

Bila jumlah ayam kampung mencapai 3.000 ekor dewasa produktif, jumlah tenaga kerja tetap yang digunakan sebanyak dua orang, yakni tenaga teknis dan administrasi. Untuk administrasi, sebaiknya Anda yang memegang sehingga Anda hanya perlu mempekerjakan satu tenaga teknis berpengalaman. Berhati-hatilah saat mengambil pekerja karena Anda harus membayarnya secara tetap.

Biaya makan

Komposisi biaya makan dalam total biaya produksi mencapai 60—70 persen. Hal ini karena pakan harus dipenuhi tiap hari dan harganya sangat bergantung pada kondisi pasar. Tak heran, saat harga pakan naik, para peternak akan kesulitan mengendalikan pengeluarannya. Oleh karena itu, Anda harus mampu menghemat biaya pakan dengan menggunakan pakan-pakan alternatif yang lebih murah tetapi kandungan gizinya sama.

Biaya pembelian bibit

Biaya ini bergantung pada jumlah bibit yang akan dibeli. Semakin banyak jumlah bibit yang dibeli, semakin banyak biaya yang dikeluarkan. Biaya pembelian bibit sebaiknya hanya 10—20 persen dari total biaya yang dimiliki.

Biaya perawatan kesehatan ayam

Biaya perawatan kesehatan ayam seperti pengobatan dan vaksinasi porsinya tidak begitu besar, hanya sekitar 5—10 persen. Namun, biaya ini bisa membengkak bila Anda menggunakan obat atau material kesehatan lain yang tidak tepat dengan kebutuhan.

Baca Juga:  Peranakan Ongole (PO), Sapi Unggul yang Produktif dan Mudah Beradaptasi

Biaya operasional lainnya

Biaya operasional yang dimaksud adalah biaya pemeliharaan, sewa tenaga, dan penyusutan alat kandang. Porsi biaya ini seharusnya kecil, tetapi bisa membengkak bila Anda ceroboh dalam melakukan manajemen pemeliharaan.

Biaya hidup diambil dari peternakan

Sebaiknya, pisahkan biaya hidup dari modal untuk peternakan. Anda bisa saja mengambil biaya hidup dari peternakan asalkan mengambil bagian keuntungan dan tidak berlebihan sehingga tidak besar pasak daripada tiang. Fenomena ini masih sering terjadi pada peternakan keluarga atau peternakan tradisional di Indonesia.