Sungai Meluap, Ribuan Hektare Sawah di Soppeng Alami Puso


Pertanianku — Sungai Walennae dan Sungai Bila, Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) beberapa kali meluap dalam dua pekan terakhir. Sedikitnya 2.861 hektare lahan sawah di Soppeng alami puso (gagal panen) karena mati membusuk.

sawah di Soppeng alami puso
Foto: Google Image

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulsel Fitriani mengatakan, dari luasan lahan tanaman padi yang tergenang banjir sejak akal Juli itu, hampir seluruhnya mengalami puso.

“Jelas menimbulkan kerugian besar bagi para petani. Kerugiannya mencapai miliaran rupiah,” ujarnya saat mendampingi Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam kunjungan kerjanya di Desa Kessing, Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulsel, seperti dikutip dari Republika, Selasa (10/7).

Ia menyebutkan, areal sawah di Desa Kessing merupakan yang paling luas terkena dampak banjir di wilayah Kabupaten Soppeng. Luas areal persawahan di Desa Kessing yang terkena banjir mencapai 821,10 hektare dari luas total tanaman padi di desa ini yang mencapai 955,10 hektare. Dari luasan tanaman padi yang terdampak banjir itu, maka yang selamat sekitar 62,50 hektare, dan puso 758,60 hektare.

Dari  data yang dikumpulkannya, tanaman padi yang puso itu terdapat di empat kecamatan, yakni Donri Donri, Lilirilau, Marioriawa, dan Ganra.

“Saat ini, para petani sangat membutuhkan bantuan benih dan pupuk, agar bisa melanjutkan usaha taninya,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah telah menyiapkan bantuan untuk para petani yang tanaman padinya mengalami puso akibat banjr itu. Bantuan kepada korban terkena banjir, yakni berupa benih dan bibit padi, pupuk, Asuransi Usaha Tanam Padi (AUTP) serta excavator.

“Dengan bantuan benih dan pupuk ini, petani diharapkan bisa kembali melakukan penanaman,” ujarnya.

Di sisi lain, Bupati Soppeng A. Kaswadi Razak mengatakan, produktivitas tanaman padi di Kabupaten Soppeng bisa mencapai 6 ton per hektare per musim. Dia pun optimistis produktivitas hasil panen di Soppeng akan semakin meningkat. Apalagi Kabupaten Soppeng memiliki mata air di Kampung Medde, Desa Patampanua, dan Bendungan Salo Bunne.

Baca Juga:  Pengembangan Belgian Blue untuk Wujudkan Swasembada Sapi

Hanya saja, ia mengaku terdapat beberapa kendala dalam peningkatan produksi tanaman padi di wilayahnya. Kendala itu, menyangkut infrastruktur pertanian seperti bendungan, jaringan irigasi, embung-embung, sumur bor dan dam parit. “Itu masih kurang,” katanya.