Susu Kedelai, Rahasia Kecantikan Ratu Cleopatra


Pertanianku – Susu kedelai adalah minuman sehat yang terbuat dari sari kacang kedelai. Kenapa minuman ini disebut susu? Ini karena sari kacang kedelai berwarna putih kekuningan seperti warna susu sapi. Eksistensi susu kedelai di Indonesia tak perlu diragukan lagi. Bagi masyarakat yang memiliki alergi terhadap susu sapi tentu akan beralih mengonsumsi susu kedelai.

Susu Kedelai, Rahasia Kecantikan Ratu Cleopatra

Susu kedelai biasanya dijadikan sarapan pagi bersama dengan penganan lainnya. Susu kedelai memiliki komposisi yang mirip dengan susu murni yang memiliki kandungan protein 3,5% , lemak 2%, serta karbohidrat 2,9%. Kandungan nutrisi susu kedelai diketahui mirip dengan air susu ibu (ASI). Tak heran, sebuah perusahaan Swiss, Eurolactis, baru-baru ini meluncurkan produk susu keledai di Eropa, Amerika Serikat, Asia, dan Australia.

Ahli gizi dan ahli diet juga master dalam ilmu pengetahuan gizi dan kesehatan di New York, Amerika Serikat, Cynthia Sass, berhasil mengungkap enam fakta menarik dari manfaat susu kedelai, seperti dikutip dari Health.

  • Tren sejak zaman Romawi kuno

Hippocrates adalah bapak kedokteran yang memuji manfaat susu kedelai. Ada juga catatan popularitasnya di Roma kuno dimana susu keledai digunakan sebagai pengobatan di Prancis hingga abad ke-20.

  • Kandungan nutrisi berbeda dari susu sapi

Dibandingkan dengan susu hewan, susu kedelai sebenarnya paling dekat dengan ASI, berdasarkan tingkat pH dan kandungan gizinya. Manfaat susu kedelai mengandung lemak yang lebih rendah daripada susu sapi. Selain itu, asam lemak omega-3 yang tinggi bermanfaat sebagai antiinflamasi. Bahan alami dalam susu kedelai telah terbukti untuk meningkatkan kekebalan tubuh yang mungkin berguna bagi orang-orang dengan kondisi seperti asma, eksim, atau psoriasis.

  • Bermanfaat sebagai vasodilator

Arsip penelitian dari National Library of Medicine yang diterbitkan tahun ini dalam Journal Current Pharmaceutical Desain menyimpulkan jika susu kededai dapat membantu mencegah pengerasan arteri. Hal ini berkat kemampuannya melebarkan pembuluh darah (vasodilator).

Baca Juga:  Manfaat dan Dampak Positif Pertanian Berkelanjutan

Studi lain, dari Journal of Food Science, susu kedelai dianggap sebagai “pharmafood” untuk sifat gizi, nutraceutical, dan fungsional. Setelah pengujian produk, para peneliti menyimpulkan meskipun susu kedelai mengandung jumlah laktosa yang tinggi, ketika difermentasi menjadi yoghurt bisa menjadi pilihan yang layak bagi orang-orang alergi laktosa atau intoleransi susu sapi.

  • Banyak disukai karena tidak berbau

Sementara itu, susu kedelai bagi sebagian orang tampak aneh. Namun, faktanya orang-orang di seluruh dunia sudah mengambil keuntungan dan manfaat dari susu ini. Misalnya, pada 2011, BBC melaporkan lebih dari 50% susu kedelai diproduksi di sebuah peternakan di luar Bologna, Italia, lalu dijual ke unit pediatrik, khusus bagi anak-anak yang tidak bisa mengonsumsi susu sapi. Belum lagi, kemungkinan rasanya lebih baik daripada kedengarannya. Banyak orang mengatakan susu kedelai tidak berbau dan teksturnya menyerupai susu sapi rendah lemak.

  • Tren kecantikan

Beberapa produk perawatan kulit telah menggunakan susu kedelai sebagai bahan utama. Hal ini karena susu kedelai dipercaya dapat mengobati penyakit kulit, seperti eksim, serta penyakit kulit lainnya akibat kulit sensitif. Kebanyakan produk kecantikan dari susu kedelai berupa sabun susu. Bahkan konon, Cleopatra mandi dalam susu kedelai untuk menjaga kulitnya agar tampak muda.