Tahap-tahap Pembuatan Kascing

Pertanianku — Kascing atau kompos cacing tanah dapat diperoleh dari bekas media budidaya cacing tanah. Untuk mendapatkan kascing, Anda dapat membelinya di peternak cacing tanah atau membudidayakan cacing sendiri. Cacing merupakan organisme makro yang mampu membantu proses pengomposan jadi lebih baik. Berikut ini tahap-tahap pembuatan kascing yang bisa Anda ikuti.

pembuatan kascing
foto: pertanianku

Kerja sama antara cacing tanah dan mikroorganisme yang berada di dalam tanah mampu mengurai bahan organik yang ada di dalam tanah. Hasil dari proses vermikomposting yang dilakukan dengan bantuan cacing adalah casting. Casting dalam bahasa Indonesia disebut kascing atau bekas cacing.

Persiapan

Loading...

Pada cara ini pembuatan kascing harus disiapkan beberapa hal terutama adalah cacing yang akan dikomposkan dan lokasi pengomposan. Tidak ada standar jumlah cacing yang akan digunakan, tetapi biasanya luas 0,1 m2 akan membutuhkan cacing sebanyak 100 gram.

Bahan

Bahan yang digunakan adalah bahan organik atau limbah organik, seperti sayur-sayuran, dedaunan, ataupun kotoran hewan. Proses pengomposan dengan cara ini memberikan keuntungan untuk menjaga lingkungan dari pencemaran limbah yang masih bisa dimanfaatkan. Limbah harus dikomposkan terlebih dahulu sebelum diberikan pada cacing.

Wadah

Wadah yang digunakan berupa kayu, plastik, atau hanya berupa lubang-lubang dalam tanah ataupun wadah apa saja yang tidak terbuat dari aluminium atau logam.

Proses pengomposan

Proses pengomposan memiliki beberapa tahap yang harus dilakukan:

  1. Bahan limbah organik, seperti sayuran atau sampah daun ditumpuk dan dibiarkan agar gas yang terkandung dapat keluar dan hilang. Tumpukan limbah organik harus disiram air setiap hari atau minimal tiga hari sekali. Proses ini akan berlangsung selama satu minggu.
  2. Setelah suhu sampah normal, taruh limbah organik ke dalam wadah kascing yang telah disediakan. Proses pengomposan akan jauh lebih baik ketika dicampur dengan kotoran hewan yang tidak baru, tetapi tidak kedaluwarsa. Pencampuran kotoran hewan dapat menjadi pakan tambahan untuk cacing dan menambah unsur hara untuk pupuk yang akan dihasilkan.
  3. Proses pengomposan akan berakhir saat bahan limbah berubah menjadi remah dan terdapat butir-butir kecil lonjong yang merupakan kotoran cacing. Hasil dari pengomposan ini tidak berbau.
  4. Setelah kascing jadi, pisahkan cacing dari kascing secara manual. Selanjutnya, kasing dikeringkan dengan cara diangin-anginkan sebelum dikemas.
Baca Juga:  Cara Merangsang Tanaman Buah Berproduksi dengan Penyiraman Air
Loading...
Loading...