Tahapan Budi Daya Kambing Potong

Pertanianku – Jika Anda saat ini sedang berpikir untuk menambah penghasilan, tidak ada salahnya mempertimbangkan untuk menjalankan usaha budi daya kambing potong. Mengapa budi daya kambing potong merupakan pilihan tepat dalam beternak kambing? Alasannya adalah karena semakin meningkatnya jumlah permintaan kambing potong di kalangan masyarakat. Jika ingin beternak kambing potong, Anda harus tahu cara ternak kambing jenis tersebut. Berikut tahapan budi daya kambing potong.

Tahapan Budi Daya Kambing Potong

  1. Pemilhan bibit

Sebelum menjalankan usaha budi daya kambing potong, hal pertama yang paling penting adalah mengenai pemilihan bibit yang berkualitas. Dalam memilih pejantan, Anda harus lebih fokus pada kambing pejantan yang memiliki tubuh sehat dan besar. Pejantan berkualitas adalah yang memiliki bulu mengkilap dan memiliki tingkat reproduktivitas yang tinggi. Untuk bibit betina, pilihlah yang tidak terlalu gemuk dan juga memiliki ambing yang normal.

  1. Memahami waktu kawin

Setelah memilih bibit yang tepat, hal kedua yang perlu Anda perhatikan dalam cara beternak kambing potong adalah dengan mengetahui waktu kawin yang tepat bagi kambing tersebut. Biasanya kambing potong berumur 8 bulan sudah siap untuk dikawinkan karena sudah memiliki birahi. Perlu diperhatikan pula tanda-tanda yang mengindikasikan kambing potong Anda sudah siap untuk kawin, seperti kegelisahan, alat kelamin kambing menjadi kemerahan dan bengkak, ekor yang digerak-gerakkan, dan juga berkurangnya nafsu makan.

  1. Penanganan kelahiran

Setelah dilakukan pembibitan dan juga perkawinan, tentu hal berikutnya yang perlu diperhatikan adalah mengenai penanganan pada proses kelahiran. Hal yang perlu Anda perhatikan pertama kali adalah mengenai tanda dari kambing potong yang hendak melahirkan. Tanda yang paling umum adalah kambing tersebut akan menggaruk-garuk tanah pada kandang dan tampak gelisah. Anda harus turut serta dalam proses kelahiran guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

  1. Perawatan anak kambing potong
Baca Juga:  Penyebab Kerugian Beternak Ayam Kampung yang Tidak Bisa Dikendalikan

Bagi semua peternak kambing potong, kelahiran anak kambing tentu menjadi momen yang sangat menggembirakan. Akan tetapi, akan menjadi tantangan karena perlu dilakukan perawatan yang benar terhadap anak kambing tersebut. Hal yang perlu Anda perhatikan adalah memastikan anak kambing tersebut mendapat susu dari sang induk. Memang benar bahwa sekali-kali induk enggan untuk menyusui anaknya. Dalam kasus ini Anda dapat memberikan susu buatan pada anak kambing.

  1. Pemahaman lama penyusuan

Banyak peternak yang tidak paham mengenai kebutuhan proses penyusuan bagi anak kambing oleh sang induk. Ketidakpahaman tersebut tentu dapat berisiko membuat anak kambing kekurangan gizi karena tidak memperoleh asupan susu yang tepat oleh sang induk. Dalam hal ini, Anda perlu benar-benar mengerti lamanya standar lama penyusuan yang diperlukan oleh sang anak kambing potong. Pada umumnya penyusuan akan memerlukan waktu 2—3 bulan. Akan tetapi, pada sistem beternak tradisional, lama perlunya penyusuan adalah hingga 6 bulan.

  1. Pemahaman umur kambing

Hal selanjutnya yang diperlukan untuk beternak dan melakukan pembesaran anak kambing adalah mengenai pemahaman Anda tentang umur kambing potong itu sendiri. Tujuannya adalah untuk melakukan perawatan dan pemberian pakan yang sesuai dengan umur kambing potong tersebut. Cara mengetahui umur kambing potong adalah dengan memeriksa jumlah gigi kambing potong tersebut. Semakin banyak gigi permanen yang muncul berarti semakin tua kambing potong tersebut.

  1. Pemberian pakan yang tepat

Tentu salah satu cara budi daya kambing potong yang tepat adalah yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pakan kambing tersebut. Hal yang benar-benar harus diperhatikan para peternak kambing potong adalah mengenai kesesuaian pakan dengan umur kambing. Kambing anakan tentu akan mendapat asupan susu dari induk. Kambing dewasa memerlukan setidaknya satu bagian daun dan 3 bagian rumput. Sementara itu, untuk kambing yang hendak dikawinkan perlu 2 bagian daun yang memiliki protein tinggi dan 3 bagian rumput. Untuk kambing bunting (hamil), Anda perlu memberikan 3 bagian daun dan 3 bagian rumput.

  1. Menyiapkan kandang yang berkualitas
Baca Juga:  Trik Menghindari Risiko Kematian DOC Ayam Petelur pada Periode Kritis

Sudah tentu bila Anda ingin berusaha budi daya kambing potong, harus memerhatikan kualitas kandang yang dimiliki. Kandang dibuat sesuai ukuran dan jumlah kambing potong yang hendak diternakkan. Pastikan kandang tersebut memenuhi beberapa unsur kualitas. Salah satunya, Anda harus mudah melakukan pengawasan terhadap kambing yang ada pada kandang tersebut.


loading...