Tak Ada Perencanaan, Kesalahan Usaha Budidaya Ikan Gurami yang Sering Terjadi

Pertanianku — Usaha budidaya ikan gurami sama seperti bisnis lainnya yang perlu melalui sebuah proses panjang untuk mencapai titik keberhasilan. Setelah mencapai suatu titik, pengusaha tidak boleh langsung berpuas diri karena masih ada rintangan yang perlu dilalui, yakni keberlanjutan usaha.

Budidaya ikan gurami
foto: Pertanianku

Keberlanjutan usaha budidaya ikan gurami sangat membutuhkan perencanaan. Namun, tidak semua pembudidaya memiliki perencanaan yang baik. Padahal, perencanaan yang kurang matang atau hanya perencanaan yang diproyeksikan untuk jangka pendek dapat berdampak negatif. Berikut ini ilustrasi perencanaan usaha budidaya ikan gurami yang salah.

Rencana jangka pendek

Rencana usaha jangka pendek yang masih sering dilakukan ialah usaha budidaya hanya untuk memenuhi kebutuhan momen tertentu, seperti Tahun Baru, Natal, Lebaran, dan lain-lain. Lama pemeliharaan untuk usaha ini terbilang singkat hanya 2—3 bulan. Ukuran benih yang ditebar biasanya sudah berukuran besar.

Umumnya, rencana jangka pendek tidak terencana dengan baik karena hal-hal yang harus terencana tidak tercantum dalam perencanaan, seperti pengamatan kondisi benih yang akan ditebar. Benih yang baru dibeli tidak selalu dalam kondisi yang baik, meskipun benih tersebut dibeli dari pembenih tepercaya. Kondisi benih yang buruk tentu saja dapat menyebabkan pertumbuhan ikan tidak maksimal, bahkan bisa mengalami kematian.

Rencana jangka menengah

Rencana jangka menengah pada budidaya gurami umumnya dilakukan sebagai tabungan tengah tahunan, seperti untuk kebutuhan anak masuk sekolah. Umumnya, pemeliharan berlangsung selama 6—7 bulan. Padahal, dalam budidaya gurami yang dilakukan secara intensif, lama waktu pemeliharaan maksimal 4 bulan dalam satu periode pemeliharaan karena ketika memasuki bulan ke-5, risiko serangan penyakit dan kematian cenderung lebih tinggi.

Rencana jangka panjang

Rencana jangka panjang usaha ikan gurami kerap dijadikan sebagai tabungan tahunan. Umumnya, budidaya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan gurami konsumsi pada Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran, Natal, dan Tahun Baru. Benih yang digunakan umumnya berukuran korek (10—15 gram) dan target bobot ikan panen lebih dari 500 gram. Ikan gurami akan dipelihara selama satu periode yang berlangsung satu tahun.

Baca Juga:  Sebelum Memilih Kolam Terpal, Pertimbangkan Hal Ini Terlebih Dahulu

Rencana ini sama seperti jangka menengah yang memiliki risiko kematian dan serangan penyakit yang cenderung tinggi pada bulan ke-5 pemeliharaan.