Tak Disangka, Ini Manfaat Kulit Kakao Jika Diolah

Pertanianku — Sebagai negara tropis, Indonesia ditumbuhi berbagai macam tanaman, termasuk kakao. Sayangnya, limbah organik kakao selama ini belum banyak dimanfaatkan. Padahal, manfaat kulit kakao bisa dijadikan sebagai pelembap.

manfaat kulit kakao
Foto: Pixabay

Selama ini, masyarakat biasanya hanya memanfaatkan kulit kakao sebagai pakan ternak dan pupuk kompos. Padahal, dengan sedikit inovasi, kulit kakao memiliki begitu banyak manfaat.

Sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terinspirasi mengubah kulit kakao jadi pelembap kulit yang lebih efisien dan bernilai ekonomi tinggi. Mereka adalah Jamaluddin Siregar (Prodi Matematika), Wahyuni Eka Maryati (Prodi Pendidikan Matematika), Yuliari Suprihatin dan Zamhariroh Marsa (Prodi Kimia), serta Kharisma Nanda Prodi D3 Akuntansi.

Loading...

Jamaluddin mengatakan, kulit kakao memiliki kandungan air yang tinggi mencapai 85 persen. Ada pula lemak 11,80 persen, BETN 34,90 persen, dan polifenol.

“Polifenol dalam kakao dapat memperlambat penuaan dini dan melancarkan peredaran darah,” kata Jamaluddin.

Wahyu menjelaskan, dalam suhu udara yang panas kulit cenderung kering dan hitam karena terpapar sinar matahari. Karenanya, penggunaan kosmetik yang berfungsi merawat kulit sangat perlu. Banyak masyarakat, khususnya wanita, yang ingin tetap terlihat cantik dengan kulit bersih, lembut dan putih. Salah satu yang dilakukan biasanya menggunakan pelembap kulit.

“Kami membuat pelembap dari kulit kakao yang diberi nama Lomaca, yang merupakan kepanjangan dari Lotion Theobroma Cacao L.,” ujar Wahyuni.

Yuliani menerangkan, pembuatan Lomaca itu terdiri atas dua tahap. Mulai membuat ekstrak kulit kakao, dengan merendamnya ke etanol lalu ditutup aluminium foil selama tiga hari. Kemudian, disaring dan menghasilkan ampas satu dan filtrat satu. Ampas satu diberi etanol, lalu ditutup aluminium foil selama dua hari, disaring dan menghasilkan ampas dua dan filtrat dua.

Baca Juga:  Manfaat Segelas Jus Sirsak

Filtrat satu dan dua dicampur dalam suhu 40 derajat Celcius jadi ekstrak kental. Pembuatan pelembap terdiri atas campuran ekstrak kakao, lemak kakao, minyak zaitun, setil alkohol, dan bahan lain. Semua dipanaskan dalam pemanas air hingga lemak meleleh. Campuran lalu dikocok sampai homogen dan didinginkan dalam suhu ruang. Setelah dingin, tambahkan zat pengawet atau polifenol.

“Karya ini berhasil meraih dana Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan 2019,” kata Yuliani.

Loading...
Loading...