Tak Hanya Indah, Ikan Capungan Banggai Punya Siklus Hidup yang Unik

Pertanianku — Pasti Anda pernah melihat ikan capungan banggai, meskipun hanya dari sebuah foto atau gambar. Ikan endemik asal Indonesia Timur ini sudah menjadi maskot ikan hias Indonesia sejak 2021. Ikan hias ini sempat dimasukkan ke daftar merah oleh beberapa lembaga konservasi internasional karena penangkapan yang tidak terkendali. Namun, saat ini capungan banggai sudah banyak dibudidayakan sehingga populasinya meningkat.

ikan capungan banggai
foto: Pixabay

Daya tarik capungan banggai memang terletak pada sosoknya yang cantik sehingga tak jarang pencinta ikan hias menjadikannya salah satu penghuni akuarium ikan asin. Selain indah, ikan dengan tiga pita hitam melintang di tubuhnya ini memiliki siklus hidup yang unik.

Dalam kondisi lingkungan yang sehat, ikan capungan banggai bisa hidup selama lima tahun. Ikan sudah masuk usia dewasa pada umur satu tahun. Di habitat aslinya, ikan hias ini hidup berkelompok, satu kelompok berisi 30–40 ekor.

Proses perkawinan ikan hias capungan banggai dimulai dengan jantan yang berenang melingkari betina. Ketika betina dan jantan sudah cocok, kedua ikan ini akan memisahkan diri dari kelompok untuk memulai perkawinan. Proses pembuahan berlangsung secara eksternal.

Telur yang sudah dibuahi akan dimasukkan ke mulut jantan untuk dierami. Rata-rata ada 40 telur yang sudah terbuahi setiap perkawinan. Telur-telur tersebut akan menetas dalam waktu 10–12 hari.

Bayi-bayi ikan yang sudah menetas akan menetap di dalam mulut induk jantan. Agar ruangan di dalam mulut cukup untuk menampung seluruh bayi-bayi ikan, sang jantan akan menggembungkan rongga mulutnya, terutama di bagian rahang bawah sampai maksimal.

Anak ikan capungan banggai akan bertahan di dalam mulut induk jantan selama 7–8 hari. Setelah anak-anak ikan tumbuh dan memiliki morfologi yang lengkap dengan panjang 8 mm, induk jantan akan memuntahkan anak-anaknya.

Baca Juga:  Cara Merawat Burung Tledekan agar Tampil Prima

Selama mengerami telur hingga menjadi anak ikan, pejantan akan berpuasa. Ikan jantan tidak memakan apa pun. Sang jantan hanya membakar cadangan lemak tubuh untuk menjaga metabolismenya agar tetap berjalan baik.

Setelah keluar dari mulut induk jantan, anak-anak capungan banggai akan mencari karang anemon. Di tempat tersebut ikan akan berlindung. Selama masa itu, anak-anak ikan memangsa plankton.

Saat ikan sudah berukuran 2–3 cm, capungan banggai akan hidup berasosiasi dengan landak laut untuk berlindung dari predator.