Tak Hanya Manusia, Aplikasi Perjodohan juga Tersedia untuk Ternak Sapi

Pertanianku — Teknologi semakin maju. Bagi manusia, seseorang yang mencari jodoh, salah satunya bisa menggunakan aplikasi perjodohan. Ternyata tak hanya untuk manusia, kini ternak sapi juga akan memiliki aplikasi perjodohan bernama Tudder, mirip dengan aplikasi perjodohan manusia, yakni Tinder.

ternak sapi
Foto: Pixabay

Dilansir Abc15, Tudder dikembangkan perusahaan pertanian asal Inggris, Hectare. Nama Tudder dibuat dengan perpaduan tinder dan udder atau kelenjar dalam payudara hewan yang mengeluarkan air susu. Dengan Tudder, peternak bisa menandai dan menemukan jodoh bagi hewan ternak mereka. Uniknya, aplikasi tersebut diluncurkan tepat pada Hari Valentine pada 14 Februari lalu.

Di dalam aplikasi, peternak akan diarahkan ke laman SellMyLivestock untuk melihat lebih banyak foto dan data tentang hewan yang dimaksud sebelum memutuskan akan membelinya atau tidak. Kepada Reuters, Doug Bairner, CEO Hectare Agritech, menjelaskan bahwa menjodohkan ternak dengan aplikasi daring lebih cocok dibanding bagi manusia. Data di balik hewan ternak bisa memprediksi kualitas keturunan mereka.

Loading...

“Membeli hewan ternak saat ini bisa sekaligus memperoleh data genetiknya sehingga memungkinkan penemuan jodoh yang tepat. Prinsipnya sama dengan profil kencan daring bagi manusia,” ujar pendiri Hectare, Jammie McInnes.

Lebih lanjut disampaikan aplikasi tersebut berusaha menyatukan hewan ternak yang pemalu dengan belahan jiwanya. Kemudian menjual hewan menggunakan aplikasi dapat mempercepat proses yang seringkali melibatkan pengangkutan hewan jarak jauh untuk berkembang biak.

Menurut Bairner, dalam aplikasi itu juga akan tertera beberapa informasi penting seperti produksi susu dan kandungan protein atau potensi melahirkan si sapi. Semua data itu digali dari hasil perdagangan si pemilik sapi yang terhubung dengan perangkat lunak pertanian dan pusat data.

Para pemilik sapi juga bisa mengirim foto-foto bersama detail atribut fisik, ciri-ciri kepribadian, dan riwayat kesehatannya serta informasi pemilik. Selain itu, Menurut New Zealand Herald (14/2), para peternak juga dapat membatasi pencarian daring mereka, apakah hewan itu organik atau terdeteksi tuberkulosis.

Baca Juga:  Jelang Idul Adha. Kementan Antisipasi Antraks pada Hewan Kurban

Cara kerja aplikasi itu pun serupa dengan Tinder. Petani akan menggunakan ponselnya untuk memilih terlebih dahulu apakah mereka mencari jantan atau betina, kemudian mengusap foto ke kanan jika setuju dan ke kiri jika tidak setuju dengan pilihan yang tersedia. Suara “Moo” akan terdengar jika pengguna memilih setuju.

Aplikasi ini menampung semua data petani dari seluruh Inggris sehingga membuat perdagangan lebih mudah. Selain itu, menurut peternak sapi dan pengguna Tudder, Jamers Bridger, aplikasi ini bakal memudahkan tekanan transportasi bagi hewan dan dapat menyaingi pasar tradisional.

“Anda memiliki semua data ternak dan segala sesuatu yang tidak mungkin Anda dapatkan ketika berada di pasar,” katanya.

Marcus Lampard, seorang petani di Carmarthenshire, Wales barat daya, memiliki satu sapi jantan shorthorn yang terdaftar di aplikasi dan mengatakan bahwa menjual hewan ternak secara daring jauh lebih mudah.

“Pergi ke pasar sangat susah. Jika saya pergi ke pasar terbuka dengan seekor sapi jantan, dan kemudian membawanya kembali, itu akan menutup aktivitas peternakan minimal dua pekan,” tuturnya.

SellMyLivestock telah memiliki data ternak, pakan, dan kandang, senilai lebih dari 50 juta poundsterling pada 2018. Sementara Tudder yang sementara hanya berlaku di Inggris Raya telah menampung setidaknya 42.000 hewan ternak dan saat ini sudah tersedia untuk diunduh melalui Apps Store.

Meski begitu, ini bukan aplikasi pertama pencari pasangan untuk hewan. Tahun lalu, sebuah kebun binatang di Belanda menawarkan “Tinder” untuk orangutan dan bonobo—spesies kera langka. Tujuannya, tidak lain sebagai upaya untuk meningkatkan peluang kawin.

Loading...
Loading...