Tak Sekadar Mengatasi Banjir, Biopori Berguna untuk Pertanian

Pertanianku Biopori atau lubang resapan air sudah terkenal sejak lama sebagai salah satu solusi untuk mengatasi masalah banjir akibat luapan air. Namun, ternyata biopori tidak sekadar mengatasi banjir, lubang resapan ini juga bermanfaat untuk pertanian.

biopori
foto: Pertanianku

Di area padat penduduk, umumnya biopori berguna mencegah banjir. Daya serap lubang resapan akan maksimal apabila seluruh rumah memiliki lubang resapan ini sehingga kemungkinan terjadi banjir dapat lebih ditekan.

Biopori akan meningkatkan daya serap air sehingga meminimalisir genangan yang terjadi pada musim penghujan. Air yang masuk ke dalam lubang resapan berguna untuk menjaga kelembapan tanah saat musim hujan.

Lubang resapan yang sudah dibuat diisi dengan bahan-bahan organik yang dapat berubah menjadi kompos. Kompos tersebut bermanfaat untuk makhluk hidup yang ada di dalam tanah, seperti akar tumbuhan dan cacing.

Biopori dibuat dengan menggunakan alat manual seperti bor tanah. Umumnya, lubang resapan dibuat sedalam 80—100 cm dengan diameter 10—30 cm. Ukuran lubang tersebut berguna bagi organisme pengurai atau mikroorganisme agar bekerja lebih optimal.

Aktivitas organisme pengurai tersebut akan menghasilkan pupuk yang bernutrisi untuk tanaman serta menyuburkan tanah. Oleh karena itu, biopori bermanfaat untuk meningkatkan hasil perkebunan dan pertanian karena buah yang dihasilkan lebih besar, manis, dan tingkat produksinya tinggi.

Di area kebun, biopori dapat dibuat di bagian ujung kanopi pohon. Kehadiran lubang resapan di area kebun juga berfungsi untuk memperbaiki sifat kimia tanah, terutama untuk meningkatkan kandungan C-organik, N, dan KTK (kapasitas tukar kation).

Lubang biopori sedalam 50 cm bermanfaat untuk menampung serasah kering sebanyak 1,025 kg dengan kapasitas air sebanyak 9,5 persen. Lubang tersebut dapat digunakan untuk menampung serasah kering yang dihasilkan oleh pohon tersebut. Serasah akan terus bertambah secara periodik mengisi ruang lubang yang sudah kosong karena bahan organik sudah terdekomposisi.

Baca Juga:  Cara Menanam Seledri dari Pangkal Batang yang Masih Ada Akarnya

Kehadiran biopori di lahan perkebunan mampu mengurangi penggunaan pupuk kimia sehingga petani bisa menghemat biaya produksi dan turut menjaga kesehatan lingkungan. Biaya produksi yang lebih hemat dan diiringi dengan hasil panen yang lebih tinggi akan membuat pekebun mendapatkan keuntungan yang lebih besar.


loading...