Tambak Milenial Besutan KKP di Situbondo Berhasil Gerakkan Ekonomi Rakyat

Pertanianku — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memiliki program percontohan budidaya udang vaname pada tambak milenial atau Millennial Shrimp Farming (MSF). Program tersebut dijalankan oleh KKP dengan melibatkan kaum milenial. Melalui Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP), MSF di Situbondo berhasil menggerakkan roda perekonomian masyarakat di Desa Gundil, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

tambak milenial
foto: Pixabay

Kepala BPBAP Situbondo, Nono Hartanto menjelaskan target produksi tambak MSF di Situbondo sebanyak 1,5 ton per kolam atau sekitar 30 ton per hektare per siklus.

“Minimal 60 unit kolam dengan 60 pembudidaya, dan hal itu diharapkan dapat menjamin peningkatan kesejahteraan pembudidaya dengan pendapatan 5 juta/bulan,” papar Nono seperti dikutip dari laman kkp.go.id.

MSF yang berada di Situbondo menggunakan inovasi teknologi budidaya kolam bundar berdiameter 20 m. Kolam tersebut bisa dibongkar pasang dan dapat menampung padat tebar sekitar 250 ekor per m2.

Nono menjelaskan bahwa MSF Situbondo sudah dilengkapi dengan perlengkapan digital yang dapat menunjang keberhasilan budidaya, seperti CCTV, pengukur kualitas air, automatic feeder, dan ruang data.

“Inovasi yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi berbasis industri 4.0, terdapat automatic feeder, water quality monitoring, nanobubble, oksigen murni yang dilengkapi aplikasi budidaya berbasis data (smart farming),” papar Nono.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto menegaskan konsep tambak milenial ini memiliki beberapa keunggulan yang dapat menjaga keberlanjutan lingkungan dan keberlanjutan usaha.

Keunggulan MSF ini di antaranya konstruksinya murah, operasionalnya mudah, manajemen risikonya rendah, dilengkapi dengan digitalisasi data operasional, serta dapat memperhitungkan keberlanjutan lingkungan dan usaha. Oleh karena itu, setiap satu klaster kolam harus memiliki unit pengolahan limbah, kolam tandon, dan kolam sedimentasi.

Pengembangan program tambak milenial sudah sejalan dengan program Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, yaitu pengembangan perikanan budidaya untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  Teknik Pengendalian Penyakit Berak Putih pada Udang Vaname

“Seperti kita ketahui, perikanan budidaya mendapat perhatian Presiden Joko Widodo. KKP mendapat mandat untuk mengoptimalkan produksi perikanan budidaya, sebanding dengan potensi yang dimiliki,” ujar Trenggono.

Udang, lobster, dan rumput laut menjadi komoditas ekspor unggulan Indonesia yang sedang dikembangkan oleh KKP karena volume ekspornya terbilang cukup besar dengan nilai ekonomi yang menjanjikan.


loading...