Tanaman Cabai Anda Terserang Penyakit Pathek? Ini Cara Mengatasinya


Pertanianku – Kendala yang biasa dihadapi oleh para petani cabai adalah serangan hama dan penyakit. Salah satu penyakit yang sering menyerang tanaman cabai adalah pathek. Penyakit ini muncul pada saat musim hujan. Pada saat musim hujan, tingkat kelembapan lebih tinggi dan pertumbuhan tanaman yang terlalu cepat menyebabkan tanaman rentan terhadap penyakit yang disebabkan oleh jamur.

Tanaman Cabai Anda Terserang Penyakit Pathek? Ini Cara Mengatasinya

Penyakit pathek yang disebabkan oleh jamur colletotrichum atau jamur gloeosporium. Penyakit pathek bahkan sering membuat petani cabai pupus harapan karena seringkali mengakibatkan petani gagal panen hingga 100%.

Ada beberapa upaya yang dapat kita lakukan, baik untuk mencegah maupun menangani tanaman cabai yang terserang penyakit pathek. Berikut cara mengatasi penyakit pathek pada cabai.

Pengaturan drainase

Pengaturan drainase dimulai sejak kita merencanakan untuk menanam tanaman cabai. Lahan yang akan ditanami cabai tidak serta merta dibuat bedengan-bedengan, tetapi sebaiknya dibuat got keliling terlebih dahulu. Tujuannya, apabila turun hujan, mudah untuk mengalirkan kelebihan air keluar dari lahan. Hal yang perlu diingat adalah bahwa drainase yang buruk mengakibatkan penyakit tanaman mudah sekali terserang jamur.

Pemupukan yang tepat

Pemupukan tepat yang dimaksud adalah pemupukan yang sesuai, baik jenis, takaran maupun fase pertumbuhan tanaman. Terlalu banyak dalam memberikan pupuk berkadar N tinggi akan mengakibatkan tanaman dan buah cabai rentan terhadap penyakit pathek. Pemberian pupuk dengan kandungan K dan Calsium akan memperkuat buah dan daun.

Perempelan

Tanaman yang terlalu rimbun, tanpa perempelan akan menyebabkan tanaman mudah patah dan buahnya sedikit. Selain itu, iklim mikro di sekitar tanaman menjadi berubah, lingkungan sekitar tanaman menjadi lebih lembap dan rawan terhadap jamur penyebab pathek.

Pembersihan gulma

Meskipun gulma berada di bawah tajuk tanaman dan hanya berada di alur-alur drainase untuk budidaya tanaman cabai dengan mulsa, jangan sepelekan keberadaannya. Gulma yang tidak pernah dibersihkan akan menghambat mengalirnya kelebihan air dari lahan. Hal ini akan meningkatkan kelembapan di sekitar tanaman dan berpotensi menjadi tempat yang nyaman untuk berkembangnya hama dan penyakit tanaman.

Baca Juga:  Luas Panen Padi di Wilayah Ini Ditargetkan 4.000 Hektare pada Oktober

Apabila tanaman cabai sudah menunjukkan tanda-tanda terkena serangan penyakit pathek, tetap lakukan upaya preventif (pencegahan). Segera selamatkan tanaman cabai yang sehat dan lakukan penyemprotan dengan fungisida yang tepat.

Penyelamatan dapat dilakukan dengan memetik semua cabai yang terserang, baik intensitas serangannya masih baru maupun yang sudah parah. Cabai hasil petikan yang terserang pathek sebaiknya dibuang atau dibakar di tempat yang jauh dari lokasi budidaya cabai. Jangan sekali-kali menghanyutkan cabai yang terserang pathek ke saluran irigasi atau sungai karena justru akan memperluas serangan pathek.

Penyakit pathek tidak akan hilang dalam sekali semprot fungisida. Sehari setelah penyemprotan pertama, perlu dilihat dan diambil lagi cabai yang masih terkena pathek dan lakukan penyemprotan ulang dengan selang waktu 3—4 hari dari waktu penyemprotan sebelumnya.

loading...
loading...