Tanaman Ganyong, Alternatif Bahan Pangan yang Masih Kurang Populer

Pertanianku Tanaman ganyong merupakan tanaman umbi-umbian yang bisa dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan energi sehingga tanaman ini bisa menggantikan peran beras dan tepung terigu. Namun, hingga kini tanaman umbi ini masih belum dimanfaatkan secara luas, bahkan popularitasnya masih tergolong sangat rendah.

tanaman ganyong
foto: Oleh Giantsshoulders di Wikipedia bahasa Inggris(Original text: Claines Canna) – Karya sendiri (Original text: self-made), Domain Publik, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=3809037

Umbi ganyong mengandung karbohidrat yang cukup tinggi, hampir setara dengan jenis umbi-umbian yang lain, tetapi masih terbilang lebih rendah daripada singkong. Meskipun demikian, kandungan karbohidrat dalam umbi ini masih tetap berguna untuk memenuhi kebutuhan energi setiap hari.

Selain itu, umbi ganyong juga mengandung mineral seperti kalsium, phosphor, dan besi. Kadar protein dalam umbi ini sekitar 1 gram, air sekitar 75 gram, protein 1 gram, lemak 0,1 gram, karbohidrat 22,6 gram, CA 21 mg, P 70 mg, Fe 20 mg, B 0,1 mg, vitamin C 10 mg, karbohidrat yang terdiri atas 90 persen tepung dan 10 persen gula (sukrosa dan glukosa).

Umbi ganyong yang diolah menjadi tepung akan menghasilkan tepung berwarna kuning cerah dengan ukuran butiran yang tidak beraturan. Tepung tersebut sangat mudah larut dan dicerna oleh tubuh.

Masyarakat biasanya memanfaatkan tanaman ganyong dengan merebus umbinya hingga matang. Umbi ini biasanya dikonsumsi sebagai camilan atau menggantikan makanan pokok. Tepung dari umbi ganyong bisa digunakan untuk membuat kue, bihun, dan beberapa produk makanan bayi.

Karena kurang populer, masih sedikit masyarakat yang membudidayakannya secara luas. Tanaman ganyong dapat tumbuh subur di tanah liat. Umbi ini merupakan tanaman tahunan, tumbuh tegak, kuat, tingginya mencpai 3,5 m, umbinya bercabang horizontal. Daun tanaman tumbuh teratur secara spiral dengan kuncup besar yang terbuka. Bunga tanaman berwarna merah kekuningan, sedangkan buahnya berbentuk kapsul solid seperti telur.

Baca Juga:  Jenis-jenis Setek dan Tanaman yang Dapat Diperbanyak Melalui Setek

Anda bisa menanam tanaman ganyong di tanah liat dengan jarak tanam sekitar 90 cm × 90 cm dengan jarak baris sekitar 90 cm. Untuk jenis tanah liat berat, jarak tanam yang digunakan sekitar 120 cm × 120 cm. Umbi ganyong bisa ditanam di teras-teras lahan miring di pegunungan. Penanaman umbi ganyong bisa memperkuat teras-teras tersebut.

 

 

 


loading...