Tanaman Genitri, Tanaman Sakral yang Berkhasiat

Pertanianku — Geniri, ganitri, atau janitri merupakan tanaman yang dimanfaatkan bagian bijinya. Tanaman genitri dapat tumbuh hingga setinggi 25—30 meter, di India tanaman ini dikenal dengan istilah Rudraksha yang berarti Mata Dewa Siwa. Masyarakat di India percaya tanaman ini tumbuh berkat adanya tetesan dari air mata Dewa Siwa.

tanaman ganitri
foto: Pixabay

Saat ini Indonesia menjadi salah satu eksportir biji-bijian genitri yang dibutuhkan sebagai sarana ibadah. Harga biji genitri sendiri terbilang tinggi, bergantung pada kualitas biji yang dihasilkan. Kualitas biji dinilai dari ukuran dan banyaknya mukhi. Mukhi merupakan belahan durian yang tampak pada biji. Diameter buah genitri sekitar 2 cm, bentuknya mirip seperti gundu karena bulat dan kecil.

Biji genitri tidak hanya dibutuhkan oleh umat Hindu, tetapi Nasrani juga membutuhkannya untuk membuat sarana ibadah seperti Rosario. Biji gentiri terbilang ringan tetapi kuat dengan tekstur berulir mirip ukiran.

Tanaman genitri termasuk tanaman yang disakralkan oleh sebagian orang karena tanaman ini disebut sebagai mata Dewa Siwa. Namun, sebenarnya genitri berkhasiat untuk kesehatan.

Genitri atau Eleacarpus serratus L. memiliki nama panggilan yang berbeda-beda. Di Indonesia tanaman ini juga dikenal dengan nama jenitri, sedangkan dalam bahasa Inggris tanaman ini dikenal dengan Rudraksa atau Ceylon-olive. Masyarakat di Pulau Jawa mengenalnya dengan nama sambung susu, di Bali disebut mala, di Sulawesi disebut biji sima, dan di Madura disebut jenitri atau klitri.

Fungsi pertama dari genitri yang sangat penting adalah penghasil oksigen dan menurunkan tingkat pencemaran atau pengisap polutan. Sosok tajuknya yang besar dapat menyuplai oksigen dalam jumlah besar. Oleh karena itu, genitri sering direkomendasikan sebagai tanaman penghijauan di kota. Pasalnya, selain bisa menjaga kualitas udara, genitri juga dapat menjadi sumber makanan bagi beragam jenis binatang.

Baca Juga:  Kiat-kiat Mencegah Kelinci Stres

Sebagai obat herbal, masyarakat percaya tanaman ini berguna untuk mengobati asma, demam, melancarkan darah, dan lainnya. Buah dan dedaunan yang jatuh bisa direbus untuk diambil sarinya.

Dalam pengobatan tradisional Hindu, biji buah genitri dipercaya dapat mengontrol fungsi organ tubuh. Jus buah genitri dianggap mampu meredakan stres dan kecemasan, mencegah peradangan di dalam tubuh, meringankan rasa nyeri, dan menurunkan kadar gula darah. Namun, manfaat tersebut masih perlu dikaji lebih lanjut oleh riset.

Sebagian besar masyarakat percaya tanaman yang disakralkan ini tidak boleh ditebang atau kayunya dimanfaatkan jika bukan karena pohonnya roboh sendiri.