Tanaman Kenaf, Tanaman Perkebunan yang Multifungsi

PertaniankuTanaman kenaf atau Hibiscus cannabinus L. sudah cukup lama dibudidayakan oleh Indonesia sekitar 1986/1987. Hampir semua bagian tanaman ini bisa digunakan untuk berbagai jenis bidang industri. Selain multifungsi, tanaman ini terkenal memiliki daya tahan yang tinggi terhadap genangan air, kekeringan, dan pH tanah yang rendah.

tanaman kenaf
foto: http://balittas.litbang.pertanian.go.id/

Tanaman kenaf merupakan tanaman berumur pendek, hanya sekitar 140 hari jika dikembangkan dari benih.

Daun kenaf mengandung protein kasar sebesar 24 persen dan sangat baik digunakan sebagai pakan unggas. Kayu tanaman sering digunakan sebagai bahan baku industri particle board untuk memenuhi kebutuhan furnitur, pintu, jendela, kusen, pelapis dinding rumah, dan lain-lain.

Loading...

Serat tanaman ini juga bisa digunakan di bidang industri pembuatan fibre board, geotextile, soil remediation, pulp dan kertas, tekstil, karpet, kerajinan tangan, dan lain-lain. Fibre board yang terbuat dari kenaf sering digunakan sebagai bahan interior mobil dan rumah, seperti dinding rumah, peredam suara, dan lain-lain.

Adapun geotextile sering digunakan oleh para kontraktor dalam pembangunan bandara, jembatan, pertambangan, dan lain-lain.

Biji kenaf mengandung lemak sebanyak 20 persen dan bagus diolah menjadi minyak goreng karena asam lemak yang terkandung adalah asam lemak tidak jenuh seperti oleat dan linelat.

Tanaman kenaf juga berguna untuk mencegah terjadinya longsor dan menyerap air tanah. Oleh karena itu, tanaman ini sangat cocok ditanam di daerah bekas pertambangan sebagai usaha penghijauan area bekas tambang.

Tanaman kenaf juga dikembangkan di lahan rawan banjir. Namun, karena semakin berkurangnya daerah rawan banjir karena sudah ada sistem irigasi yang memadai, tanaman ini jadi lebih sering ditanam di tanah yang masam di Kalimantan dan lahan kering di Jawa.

Baca Juga:  Permasalahan Budidaya Lidah Buaya yang Wajib Diwaspadai

Varietas kenaf unggul yang sering digunakan oleh petani adalah KR 11 untuk lahan rawan banjir, KR 14 dan KR 15 untuk lahan podoslik, serta KR 9 dan KR 12 untuk lahan kering. Tanaman ini bisa ditanam kapan saja karena pertumbuhannya tidak dipengaruhi oleh musim.

 

 

 

 

 

Loading...
Loading...