Tanaman Krokot, Pertolongan Pertama untuk Kulit Terbakar

Pertanianku— Tanaman yang berada di sekitar Anda kemungkinan besar bisa berkhasiat untuk kesehatan. Namun, khasiat tersebut masih jarang diketahui oleh banyak orang sehingga tanaman tersebut berakhir hanya sebagai tanaman hias atau tanaman liar. Pasti Anda sudah tidak asing dengan tanaman krokot, tanaman hias yang cantik dan sangat mudah dipelihara.

tanaman krokot
foto: Pertanianku

Tahukah Anda bahwa tanaman krokot bisa dijadikan pertolongan pertama untuk kulit terbakar. Cukup gunakan batang dan daunnya yang masih segar, lalu haluskan dan tempelkan ke bagian tubuh yang terdapat luka bakar.

Nama keren dari tanaman krokot adalah portulakan (Portulaca grandiflora). Tanaman ini tumbuh menjalar di atas tanah dengan panjang yang hanya mencapai 10—20 cm. Batang tanaman berbentuk bulat, beruas-ruas, gundul, dan berwarna hijau.

Daun tanaman krokot tunggal, berbentuk lonjong dengan bagian ujung yang meruncing. Daun tanaman ini terbilang tebal karena mengandung banyak air. Karena tebal, daun krokot sering dikira sebagai batang.

Bunga krokot tumbuh di ketiak daun atau di bagian ujung-ujung cabang dan tumbuh dengan berkelompok 2—6. Mahkota bunga terlihat jelas berwarna merah jambu, di bagian tengahnya terdapat benang sari berwarna hijau kekuningan.

Buah krokot berbentuk bulat dan berwarna hijau. Buahnya berbentuk lonjong dan berwarna hijau kekuningan. Biji tanaman berwarna cokelat dan berbentuk seperti ginjal.

Bagian tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai obat herbal adalah daun dan batangnya.  Bagian tersebut bisa digunakan sebagai obat luka bakar karena mengandung portual, betacyanin, betanin, dan betandin.

Tanaman ini berasal dari Brazil dan sudah berkembang secara luas di Indonesia. Biasanya, masyarakat menanam tanaman ini sebagai tanaman hias di pekarangan atau taman. Krokot membutuhkan sinar matahari secara penuh agar pertumbuhannya subur dan bunga tanaman bisa berkembang secara maksimal.

Baca Juga:  Kiat Sukses Merawat Aglaonema di Pekarangan

Anda bisa menemui tanaman hias multifungsi ini di dataran rendah hingga ketinggian 1.400 mdpl. Jika dikonsumsi secara mentah, krokot akan terasa pahit dan bersifat dingin. Untuk wanita hamil, sebaiknya hindari mengonsumsi rebusan tanaman krokot karena bisa berbahaya bagi kesehatan janin.


loading...