Tanaman Tumpang Sari Jati yang Berpotensial

Pertanianku — Tumpang sari dapat membuat pemanfaatan lahan menjadi lebih optimal. Jenis tanaman bawah yang dipilih sebagai tanaman sela diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha. Ada beberapa jenis tanaman sela jati yang berpotensial, yakni lada perdu, nilam, dan berbagai jenis sayuran berumur pendek, serta padi gogo yang tahan terhadap naungan.

tanaman sela jati
foto: Pertanianku

Lada perdu

Penanaman lada perdu sebagai tanaman sela dalam hutan jati dapat dilakukan dalam dua kali penanaman, yakni saat tanaman berumur 2—3 tahun dan setelah penjarangan di umur 7—10 tahun.

Jika pertumbuhan intensitas cahaya yang masuk ke sela tanaman jati kurang optimal, Anda bisa melakukan pemangkasan (pruning) percabangan jati sehingga tanaman lada bisa mendapatkan cahaya matahari lebih optimal.

Tanaman lada memiliki nilai prospektif yang cukup baik. Selain itu, cara budidayanya relatif lebih efisien karena tidak menggunakan pohon sebagai rambatan. Lada yang dihasilkan dapat diolah menjadi lada putih dan lada hitam sesuai dengan permintaan pasar.

Nilam

Nilam merupakan tanaman penghasil minyak atsiri yang dibutuhkan sebagai bahan baku pengikat daya tahan wangi dan bahan baku industri parfum. Keunggulan minyak nilam adalah belum ada bentuk sintetisnya. Berdasarkan keunggulan tersebut, tanaman nilam dinilai berpotensial untuk dikembangkan secara tumpang sari dalam pola diversifikasi dengan tanaman jati.

Tanaman nilam yang dipelihara secara intensif dapat menghasilkan daun siap suling sebanyak 2 ton. Dari jumlah daun tersebut bisa memproduksi minyak nilam sebanyak 50 liter/hektare. Panen sudah bisa dilakukan saat tanaman nilam berumur enam bulan. Selanjutnya, tanaman bisa dipanen tiga bulan sekali hingga tanaman berumur dua tahun atau lebih jika dipelihara secara intensif.

Minyak nilam diperoleh dari proses penyulingan dalam sistem pengukusan. Untuk mendapatkan minyak yang bersih dan berkualitas, sebaiknya alat penyulingan yang digunakan terbuat dari bahan plat baja tahan karat. Dengan begitu, Anda tidak perlu membersihkan minyak.

Baca Juga:  Jangan Langsung Dibuang, Bagian Sayur Ini Bisa Ditanam Lagi Menjadi Tanaman

Untuk memperoleh bau harum yang lebih halus, minyak yang sudah dihasilkan disimpan di gudang yang terletak di bawah tanah, mirip seperti tempat penyimpanan anggur.