Tanaman yang Bisa Diolah Menjadi Biogas

Pertanianku — Biogas merupakan bahan bakar alternatif yang bisa mengatasi permasalahan kelangkaan sumber bahan bakar dan mengatasi penumpukan limbah. Selama ini biogas hanya dikenal berasal dari kotoran ternak seperti sapi. Padahal, biogas bisa dibuat dari tanaman yang cukup mudah ditemukan. Tanaman biogas tersebut adalah jerami atau limbah padi dan eceng gondok.

tanaman biogas
foto: Pixabay

Jerami

Padi menjadi salah satu komoditas pertanian terbesar di Indonesia karena beras merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia. Tingginya produksi padi membuat jumlah jerami yang dihasilkan ikut menjadi tinggi.

Jerami yang dianggap sebagai limbah pertanian padi masih bisa diolah kembali menjadi mulsa, kompos, pakan ternak, media tumbuh jamur, dan biogas. Petani tradisional biasanya membakar jerami karena dianggap bisa membuat tanah menjadi subur. Padahal, itu kekeliruan yang seharusnya tidak dilakukan. Alih-alih membuat tanah menjadi subur, asap hasil bakaran dapat membuat kualitas udara menurun.

Daripada dibakar, jerami sebaiknya diolah menjadi biogas dengan cara difermentasikan di dalam tangki kedap udara atau anaerob. Setiap 1 kg jerami bisa menghasilkan sekitar 0,2—0,37 m3 biogas. Energi tersebut mampu menjalankan mesin 1 pk selama 2 jam, menyediakan listrik 1,25 kWh, memasak sebanyak 3 kali untuk 5 orang setiap harinya, menyalakan penerangan dengan besaran lampu 6 watt selama 6 jam, dan menghidupkan kulkas selama 1 jam.

Eceng gondok

Eceng gondok merupakan tanaman air yang hidup di permukaan air. Tanaman air ini biasanya tumbuh secara liar di perairan yang kurang terawat dan mengandung limbah pertanian atau pabrik yang cukup tinggi. Eceng gondok tidak bisa dimakan sehingga kehadirannya lebih sering dianggap sebagai gulma dan pengganggu.

Meskipun dinilai mengganggu, eceng gondok berperan penting menurunkan kadar logam berat di perairan.

Eceng gondok mengandung selulosa yang bisa dijadikan bahan bakar sehingga berpotensi menjadi tanaman biogas. Eceng gondok harus difermentasikan terlebih dahulu untuk membentuk gas metan. Agar gas metan yang didapatkan lebih maksimal, eceng gondok harus dirajang atau ditumbuk hingga halus terlebih dahulu.

Baca Juga:  Ramuan Herbal untuk Ambeien