Tantangan Peternakan Ayam di Musim Hujan

Pertanianku — Tantangan peternakan ayam saat musim hujan dan musim kemarau tentu berbeda. Pada musim hujan, curah hujan semakin tinggi, suhu menjadi rendah, dan tingkat kelembapan tinggi. Ketiga hal tersebut dapat memengaruhi beberapa komponen pada proses pemeliharaan, seperti air minum, pakan, kandang, dan bibit penyakit.

Peternakan ayam
foto: Pertanianku

Air minum

Curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan kualitas air menurun dan keterbatasan daya serap oleh tanah. Penurunan kualitas air terjadi secara fisik ataupun biologi. Penurunan kualitas secara fisik dapat terlihat dari kondisi air yang keruh, berbau, dan bercampur lumpur. Air yang bercampur dengan lumpur dapat menyebabkan penyumbatan pada pipa air minum dan memicu endapan yang menjadi tempat berkembangnya bibit penyakit.

Sementara itu, keterbatasan daya serap oleh tanah dapat menyebabkan masalah berupa genangan air serta pencemaran air tanah karena bakteri pathogen.

Pakan

Musim hujan dapat menyebabkan pakan cenderung mudah lembap sehingga menyebabkan mikroorganisme jamur mudah tumbuh. Pada musim ini tingkat kelembapan udara cenderung tinggi mencapai 80 persen. Pakan yang sudah tercemar mikotoksin (toksin yang dihasilkan oleh jamur) dapat menyebabkan gangguan kekebalan tubuh. Kondisi tersebut dapat menyebabkan ayam mudah terinfeksi bibit penyakit.

Kandang

Peternakan ayam yang menggunakan sistem kandang terbuka dapat membuat ayam rentan terkena dampak langsung dari musim hujan. Misalnya, naik-turun suhu dan kelembapan, arah aliran angin yang fluktuatif, serta tampias hujan yang masuk ke kandang. Kondisi tersebut dapat memengaruhi stamina dan produktivitas ayam.

Pada kandang postal, masalah yang kerap timbul adalah kondisi litter yang mudah lembap sehingga rentan menggumpal. Sementara itu, pada kandang panggung, musim hujan sering menyebabkan sistem aliran di sekitar kandang terganggu.

Baca Juga:  Penyebab Feses Ayam Basah

Bibit penyakit

Bibit penyakit pada musim hujan lebih mudah menyebar melalui air minum. Selain itu, penularan terjadi karena peningkatan populasi serangga yang menjadi agen penyakit dari feses ke tempat pakan dan air minum. Apalagi pada musim hujan, telur cacing dan bakteri E.coli memiliki daya tahan (adaptasi) yang tinggi ketika berada di luar tubuh ayam.