Tantangan Ternak Burung Puyuh

Pertanianku — Telur burung puyuh merupakan salah satu bahan pangan yang digemari masyarakat. Telur berukuran kecil ini kerap disajikan sebagai campuran sayur berkuah. Selain telurnya, masyarakat juga kerap mengonsumsi daging burung puyuh yang terkenal lezat. Hal ini menandakan ternak burung puyuh bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Namun, seperti peluang usaha lainnya, ternak burung puyuh juga memiliki tantangan tersendiri.

ternak burung puyuh
foto: Pixabay

Bau kotoran yang mengganggu masyarakat sekitar

Kotoran di dalam kandang burung puyuh harus ditangani dengan benar. Jika tidak, kotoran tersebut bisa menimbulkan aroma kurang sedap yang bisa tercium oleh warga di sekitar peternakan. Bau tersebut dapat mengganggu kenyamanan dan memancing kehadiran penyakit bagi manusia dan burung puyuh itu sendiri.

Sebelum memutuskan beternak burung puyuh, Anda harus tahu cara mengatasi permasalahan kotoran. Pasalnya, kotoran tersebut akan dikeluarkan oleh ternak setiap hari.

Serangan penyakit

Serangan penyakit bisa timbul karena berbagai faktor, salah satunya adalah kesalahan dalam manajemen pemeliharaan. Terkadang, pemula yang baru belajar beternak kurang siap dalam menghadapinya sehingga serangan penyakit bisa terjadi cukup parah. Tak jarang, kondisi tersebut membuat pembudidaya terpukul.

Namun, sebenarnya, jika dilakukan manajemen pemeliharaan yang baik dan memahami seluk-beluk perawatan puyuh dengan benar, kehadiran penyakit bisa diminimalkan.

Fluktuasi harga pakan

Kebutuhan pakan puyuh sekarang lebih banyak disediakan oleh pakan pabrik sehingga peternak dalam posisi sangat bergantung pada fluktuasi harga pakan yang ada. Padahal, pakan merupakan kebutuhan utama yang sangat memengaruhi modal produksi.

Permasalahan harga pakan bisa diatasi dengan pakan alternatif yang diramu sendiri. Namun, penyediaan pakan alternatif ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Terkadang, peternak masih menggunakan bahan pakan yang kurang kering atau pencampuran bahan kurang merata. Kondisi pakan tersebut bisa menyebabkan penurunan produktivitas burung puyuh.

Fluktuasi harga telur burung puyuh

Saat harga telur burung puyuh meningkat, biasanya banyak orang yang tertarik untuk beternak. Kondisi tersebut menyebabkan jumlah burung puyuh di pasar meningkat. Jumlah yang meningkat dapat membuat harga jual telur turun. Permasalahan kerap ditemui ketika harga telur turun, tetapi harga pakan sedang naik. Tentu saja kondisi tersebut dapat membuat modal usaha tidak tertutup.