Tata Cara Penggunaan Pakan Pelet Ikan Lele yang Benar

Pertanianku — Budidaya lele yang dilakukan secara intensif membutuhkan pakan pelet buatan pabrik secara penuh lantaran pembudidaya menginginkan hasil panen dalam waktu yang singkat. Pakan pelet ikan lele dapat membuat ikan dipanen setelah berumur dua bulan dengan ukuran yang seragam. Sementara itu, jika menggunakan pakan tradisional, membutuhkan waktu selama 3—4 bulan dengan ukuran 60 persen tidak seragam.

pakan pelet ikan lele
foto: Pertanianku

Pakan pelet ikan lele yang beredar di pasaran terdapat dua macam, yakni pelet terapung dan pelet tenggelam. Pelet terapung saat ditebar di kolam akan terapung sebelum tenggelam. Sementara itu, pelet tenggelam biasanya langsung tenggelam atau melayang beberapa saat di dalam air, kemudian langsung tenggelam.

Pakan pelet yang beredar di pasaran ada yang berupa tepung atau butiran dengan berbagai ukuran. Pakan pelet yang dibuat pabrik umumnya mengandung nutrisi yang sesuai bagi lele.

Jumlah pakan yang diberikan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan mengacu pada berat tubuh ikan. Jumlah pakan yang dapat diberikan untuk lele per harinya sekitar 3—6 persen dari bobot ikan yang dipelihara. Namun, persentase tersebut bersifat fleksibel. Oleh karena itu, jumlahnya dapat lebih atau kurang sesuai dengan nafsu makan ikan saat itu.

Secara umum, perhitungan kebutuhan pakan lele ada dua cara, yaitu berdasarkan bobot total ikan dan umur tebar. Jika perhitungan berdasarkan bobot total ikan, asumsi persentase pakan 5 persen dari bobot total lele. Setelah 10 hari pemeliharaan, dilakukan sampling ikan. Jika bobot badan ikan bertambah dari bobot awal, pemberian pakan ditambah dua kali lipat. Menjelang masa panen, sekitar dua minggu, persentase pakan dikurangi menjadi 2—3 persen dari bobot total.

Waktu pemberian pakan bisa dilakukan pagi, siang, sore, atau malam hari, bergantung pada nafsu makan ikan. Mengingat lele termasuk hewan nokturnal, sebaiknya sebagian pakan diberikan sore atau malam hari karena nafsu makan lele tinggi. Jadwal pemberian pakan pada pagi pukul 07:00, siang pukul 12:00, sore pukul 17:00, dan malam hari pukul 22:00.

Baca Juga:  KKP Dukung Pemda Maros Dorong Produktivitas Tambak Masyarakat

Frekuensi pemberian pakan lebih tinggi jika ikan masih kecil. Frekuensi pemberian pakan saat ikan masih kecil bisa 4—5 kali sehari, sedangkan ikan yang sudah besar cukup tiga kali sehari. Cara pemberian pakan dengan menaburkannya secara merata sedikit demi sedikit di setiap sisi kolam agar ikan mendapat jatah yang sama.

Ukuran pakan yang diberikan harus disesuaikan dengan ukuran bukaan mulut ikan. Semakin besar ukuran bukaan mulut ikan, akan semakin besar juga ukuran pakan yang diberikan.