Tata Cara Peremajaan Sawit Rakyat

PertaniankuPeremajaan sawit rakyat menjadi salah satu kegiatan dari perkebunan kelapa sawit yang perlu dilakukan secara rutin. Peremajaan sudah harus dilakukan ketika umur tanaman sudah tua, produktivitas tanaman mulai rendah, mengalami kesulitan panen, dan kerapatan tanaman rendah.

peremajaan sawit rakyat
foto: Pertanianku

Tujuan dari peremajaan sawit rakyat antara lain untuk mendapatkan performa tanaman TBM (Tanaman Belum Menghasilkan) dan TM (Tanaman Menghasilkan) yang baik, memperbaiki kerapatan yang dapat menguntungkan secara ekonomi, mengganti bahan tanaman yang bukan unggulan dengan varietas unggul, dan memperbaiki produksi kelapa sawit.

Pengajuan peremajaan sawit rakyat dapat dilakukan dengan beberapa syarat. Dilansir dari cybex.pertanian.go.id, syarat yang harus dipenuhi antara lain Poktan/Gapoktan/Koperasi atau kelembagaan ekonomi lainnya beranggotakan minimal 20 pekebun, memiliki hamparan minimal 50 hektare dengan jarak antarkebun sekitar 10 km, serta memiliki SHM, Sporadik, Girik, Akta Jual beli, dan Hak Adat (komunal).

Kelompok Tani (Poktan) atau Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang akan mengajukan peremajaan harus sudah terdaftar di Sistem Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) atau surat pernyataan Kepala Dinas Kabupaten atau pengesahan akta notaris atau Kemenkumham dan memiliki struktur organisasi untuk mengelola kelompok tani atau Gapoktan.

Sementara itu, koperasi yang ingin mengajukan peremajaan dan belum berbadan hukum, harus sudah terdaftar pada dinas yang menangani urusan di bidang koperasi. Koperasi tersebut juga harus memiliki struktur organisasi minimal untuk pengelolaan koperasi.

Jika peremajaan dilakukan oleh Lembaga Ekonomi Pekebun Lainnya, lembaga tersebut harus memiliki pengesahan kelembagaan berupa akta notaris atau Kemenkumham atau berbadan hukum lainnya. Lembaga ekonomi tersebut juga harus memiliki struktur organisasi minimal yang mengelola lembaga tersebut.

Dokumen persyaratan yang wajib disediakan untuk pengajuan peremajaan kelapa sawit adalah Surat Pemohonan dari Kelembagaan Pekebun. Scan asli KTP (e-KP), scan asli KK Dukcapil, scan asli Legalitas Lahan (SHM/Sporadik/Girik/AJB/dll), scan asli Legalitas Kelembagaan Pekebun, scan Susunan Pengurus Kelembagaan Pekebun, profil lahan dalam bentuk pdf dan excel, profil pekebun dalam bentuk pdf dan excel, serta rencana kerja dan RAB.

Baca Juga:  Langkah Penting Saat Merawat Sayur di Pekarangan Rumah

Selain itu, dibutuhkan pula Surat Kuasa Pekebun Asli, peta lokasi berkoordinat polygon, Surat Perjanjian Kemitraan Usaha, Surat Perjanjian Kemitraan Kerja, Surat Pernyataan menggunakan teknik tumbang serempak, Surat Pernyataan Lainnya, serta Indikatif offering letter dari perbankan yang bermitra.